el-samsi-logo
Edit Content
elsamsi log

Media ini dihidupi oleh jaringan peneliti dan pemerhati kajian ekonomi syariah serta para santri pegiat Bahtsul Masail dan Komunitas Kajian Fikih Terapan (KFT)

Anda Ingin Donasi ?

BRI – 7415-010-0539-9535 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Komunitas eL-Samsi : Sharia’s Transaction Watch

Bank Jatim: 0362227321 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Pengembangan “Perpustakaan Santri Mahasiswa” Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri – P. Bawean, Sangkapura, Kabupaten Gresik, 61181

Hubungi Kami :

Sejenak mengenal Ekonomi Syariah

Ekonomi Syariah merupakan suatu sistem perekonomian Islami yang dibangun di atas landasan ajaran Islam dan berorientasi pada tercapainya kebahagiaan hidup bagi individu muslim mukallaf di dunia dan akhirat. Sebagaimana hal ini tersurat di dalam doa sapu jagad: 

وَمِنۡهُم مَّن یَقُولُ رَبَّنَاۤ ءَاتِنَا فِی ٱلدُّنۡیَا حَسَنَةࣰ وَفِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ حَسَنَةࣰ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ [البقرة ٢٠١]

“Sebagian kaum ada yang berdoa: Wahai Tuhan kami, berikanlah kami di dunia kebaikan dan di akhirat juga kebaikan. Serta jagalah kami dari adzab api neraka.

Orang yang mendapatkan kedua macam kebaikan serta selamat dari siksa api neraka ini, selanjutnya disebut sebagai orang yang falah [beruntung]. Sebagaimana ini senantiasa diserukan dalam lantunan adzan: 

حي على الفلاح

“Marilah menuju kemenangan!”

Untuk mencapai kemenangan tersebut, maka seorang hamba dituntut melakukan 4 macam prinsip ajaran Islam sebagaimana terangkum dalam pokok-pokok pikiran utama fikih, yaitu:

  1. Fikih Ibadah, yang mencakup thaharah, sholat, puasa, zakat dan haji
  2. Munakahah
  3. Mu’amalah, mencakup jual beli, ijarah, dan lain sebagainya, serta
  4. Jinayah dan Pengadilan Islam

Dari keempat bidang ini, maka Ekonomi Syariah adalah termasuk salah satu perangkat atau sistem yang bertujuan melaksanakan pokok-pokok akad bisnis yang berbasis ajaran Islam. Sudah barang tentu, prinsip dasar yang musti dipegang untuk menjalankannya, adalah:

  1. Bahwa harta bagi setiap individu muslim adalah wajib halal. 
  2. Harta halal adalah harta yang secara dzatiyahnya merupakan halal, dan cara mendapatkannya pun dilakukan melalui praktek bisnis yang halal
  3. Praktek bisnis yang halal, adalah praktek yang diiakui legal secara syara’
  4. Sebaliknya, harta haram adalah harta yang secara dzatiyahnya terdiri dari perkara haram atau harta yang dzatiyahnya halal namun diperoleh melalui praktik bisnis yang haram atau bathil.
  5. Praktek bisnis yang haram, adalah apabila di dalam praktek tersebut terdapat prinsip-priinsip bisnis yang dilarang oleh syara’ atau mengandung mawani’ syar’i

Kepatuhan Syariah

Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah [HES] merupakan calon hakim yang akan menguasai dan mengisi sektor peradilan yang menangani sengketa bisnis berbasis syariah di lingkup pengadilan agama. Untuk itu, mahasiswa Jurusan HES, hendaknya memegang teguh prinsip bisnis syariah atau yang biasa dikenal sebagai kepatuhan syariah [sharia compliance]. 

Apa saja isi dari sharia compliance? Simak beberapa poin berikut!

  1. Bahwa bisnis syariah dipandang telah mengikuti prinsip-prinsip pokok syariah, apabila di dalam praktik bisnis tersebut tidak mengandung mawani’ syar’i
  2. Mawani’ syar’i di dalam bisnis, adalah: riba, maisir / qimar, jahalah, gharar, tadlis, ghissy, ghabn, kitman al-’aib, dan lain sebagainya

Ekses mengabaikan Kepatuhan Syariah

Karena Ekonomi Syariah merupakan sistem ekonomi Islam yang dibangun di atas landasan dalil syara’, maka status bisnis sebagaii yang berdasar “syariah” akan hilang manakala terjadi pengabaian konsepsi syariah itu sendiri. Apabila status syariahnya hilang, maka otomatis pendapatan yang diperoleh tidak bisa dijamin shahihnya. Adakalanya karena sistemnya yang bathil sebab tidak terpenuhi syarat dan rukunnya, atau produknya tidak layak dijual oleh individu muslim, sehingga pendapatannya pun menjadi tidak halal. 

Ruang Lingkup Kajian Akhlak dan Tasawuf dalam Prodi Hukum Ekonomi Syariiah [HES]

Tasawuf merupakan salah satu bidang ilmu yang berorientasi pada upaya penyucian jiwa dari berbagai kotoran-kotaran jiwa sehingga menyebabkan seseorang dapat jatuh dalam lumpur doa dan ma’shiyat. Itu sebabnya, terrdapat tiga prinsip dasar yang senantiasa dipraktikkan oleh seorang shufi, yaitu: tajally, tahally dan takhally.

Individu yang mempraktikkan ajaran tasawuf selanjutnya dikenal sebagai shhufi. Sosok individu ini – hidupnya – senantiasa dipenuhi oleh akhlak tasawuf, antara lain: zuhud, qana’ah, tawakkal, khasyah, inabah dan taubah serta wira’i

Mengintroduksiikan nilai-nilai keshufian di dalam ekonomi syariah merupakan sasaran penyampaian mata kuliah akhlak tasawuf di HES. Oleh karena itu, sudah barang tentu ruang lingkup kajian mata kuliah ini mencakup hal-hal sebagai berikut:

  1. Halal dan Haram dalam Praktek Bisnis Islam
  2. Arti Kontrak Bisnis dalam Islam
  3. Jaminan produk halal bagi Umat Islam
  4. Akhlak Penjual dan Pembeli dalam Islam
  5. Jual beli yang dilarang dalam Islam
  6. Larangan Riba
  7. Judi dan Dampaknya dalam Kehidupan Muslim
  8. Kecurangan Bisnis
  9. Etika Berhutang dan Celaan menunda-nunda Penyelesaian Utang
  10. Moral Hazard dalam Bisnis 
  11. Etika Promosi dan beriklan dalam Islam
  12. Etika Bisnis di sektor Jasa
  13. Kerjasama Bisnis dalam Islam
  14. Standar Baik dan Buruk Produk
  15. Etika terhadap Sumberdaya Alam
  16. Sharf dalam Islam
  17. Membangun Ekosistem Halal
  18. ٌٌEtika Arbitrase dan Rekonsiliasi Bisnis
Muhammad Syamsudin
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bawean, Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syariah (MES) PD DMI Kabupaten Gresik

Tinggalkan Balasan

Skip to content