el-samsi-logo
Edit Content
elsamsi log

Media ini dihidupi oleh jaringan peneliti dan pemerhati kajian ekonomi syariah serta para santri pegiat Bahtsul Masail dan Komunitas Kajian Fikih Terapan (KFT)

Anda Ingin Donasi ?

BRI – 7415-010-0539-9535 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Komunitas eL-Samsi : Sharia’s Transaction Watch

Bank Jatim: 0362227321 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Pengembangan “Perpustakaan Santri Mahasiswa” Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri – P. Bawean, Sangkapura, Kabupaten Gresik, 61181

Hubungi Kami :

Png 20220714 082202 0000

Akun (account) secara bahasa memiliki arti sebagai rekening. Jadi, kalau anda aktif bermedsos, dan memiliki akun, maka anda sama artinya dengan memiliki rekening. Anda bisa bertransaksi dengannya, dan seluruh catatan keluar masuknya harta juga bisa terekap di situ.

Baca: Data BSI dan BI dihack, Begini Fikih Perlindungan Data Pribadinya

Membaca istilah rekening, kita langsung terfikirkan dengan rekening bank dan rekening listrik. Ya, memang secara fungsional, akun memiliki fungsi yang sama dengan rekening bank tersebut. 

Dengan akun, seseorang bisa melakukan transaksi dengan pihak lain. Karenanya, rekening juga menyimpan informasii seputar data pribadi dan transaksi pribadi. Alhasil, rekening adalah instrumen (wasilah). Selaku wasilah, maka rekening / akun adalah harta disebabkan karena status manfaat yang dimilikinya. 

المَنفَعَةُ…..كُل ما يُنْتَفَعُ بِهِ

Artinya: “Jasa itu adalah …. segala hal yang bisa diambil manfaatnya” (Majmu’atu al-Muallifin, al-Mausu’atu al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah, Kuwat: Dar al-Salasil, 1427 H, Juz 39, halaman 101)

Secara fikih dan menurut pengertian umum yang sering dipakai, bahwa yang dimaksud dengan manfaat (jasa), adalah :

والمَنفَعَةُ فِي الاِصْطِلاَحِ هِيَ: الفائِدَةُ الَّتِي تَحْصُل بِاسْتِعْمال العَيْنِ فَكَما أنَّ المَنفَعَةَ تُسْتَحْصَل مِنَ الدّارِ بِسُكْناها تُسْتَحْصَل مِنَ الدّابَّةِ بِرُكُوبِها

Artinya: “Secara istilah, yang dimaksud dengan manfaat adalah faidah yang timbul akibat penggunaan barang (‘ain).” (Majmu’atu al-Muallifin, al-Mausu’atu al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah, Kuwat: Dar al-Salasil, 1427 H, Juz 39, halaman 101)

Namun, Syeikh Sya’rawi (w. 1418 H) memberi penegasan lebih lanjut, bahwa yang dinamakan manfaat itu tidak harus timbul akibat pemanfaatan fisik semata, melainkan lebih umum lagi. Manfaat yang timbul akibat pemanfaatan material fisik atau non fisik ini secara umum dilabelinya sebagai rezeki.

ما هو الرزق؟ الرزق عند القوم: هو كل ما ينتفع به؛ فكل شيء تنتفع به هو رزق

ِArtinya: “Apa itu rizki? Rizki menurut masyarakat pada umumnya adalah segala bentuk pengambilan manfaat. Karenanya, segala sesuatu yang bisa diambil manfaatnya, maka ia adalah rizki.” (Syeikh Sya’rawi, Tafsir al-Sya’rawi, Kairo: Mathabi’ Akhbar al-Yaum, tt., Juz 2, halaman 900)

Mengacu pada penjelasan Syeikh Sya’rawi (w. 1418 H) ini, maka akun dalam dunia teknologi digital, dapat disebut sebagai rezeki. Dan jika data yang melandasi akun itu bisa dihadirkan dalam bentuk fisik, maka akun bisa disebut juga sebagai harta manfaat / jasa, lebih spesifik dari rezeki. 

Maraji’:

الموسوعة الفقهية الكويتية ٣٩/‏١٠١ — مجموعة من المؤلفين

والمَنفَعَةُ فِي الاِصْطِلاَحِ هِيَ: الفائِدَةُ الَّتِي تَحْصُل بِاسْتِعْمال العَيْنِ فَكَما أنَّ المَنفَعَةَ تُسْتَحْصَل مِنَ الدّارِ بِسُكْناها تُسْتَحْصَل مِنَ الدّابَّةِ بِرُكُوبِها

تفسير الشعراوي ٢/‏٩٠٠ — الشعراوي (ت ١٤١٨)

﴿والذين اتقوا فَوْقَهُمْ يَوْمَ القيامة﴾ ولنلاحظ أن الحق سبحانه وتعالى خالف الأسلوب في هذه الآية، لقد كان المفروض أن يقول: والذين آمنوا فوقهم. لكنه قال: ﴿والذين اتقوا فَوْقَهُمْ﴾ لأنه قد يؤخذ الإيمان على أنه اسم، فقد شاع عنك أنك مؤمن، فأنت بهذا الوصف لا يكفي لتنال به المرتبة السامية إلا إذا كانت أفعالك تؤدي بك إلى التقوى.
فلا تقل: «أنا مؤمن» ويقول غيرك: «أنا مؤمن»، ويصبح المؤمنون مليارا من البشر في العالم، نقول لهؤلاء: أنتم لن تأخذوا الإيمان بالاسم وإنما تأخذون الإيمان بالالتزام بمنهج السماء. ولذلك لم يقل الله: «والذين آمنوا فوقهم يوم القيامة» وإنما قال: ﴿والذين اتقوا فَوْقَهُمْ يَوْمَ القيامة﴾ ليعزل الاسم عن الوصف. ويذيل الحق الآية بالقول الكريم: ﴿والله يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسابٍ﴾. ماهو الرزق؟ الرزق عند القوم: هوكلماينتفعبه؛ فكلشيءتنتفعبههو رزق. وطبقا لهذا التعريف فاللصوص يعتبرون الحرام رزقا، ولكنه رزق حرام.
والناس يقصرون كلمة الرزق على شيء واحد يشغل بالهم دائما وهو «المال» نقول لهم: لا، إن الرزق هوكلمايُنتفعبه، فكلشيء يكون مجاله الانتفاع يدخل في الرزق: علمك رزق، وخُلُقُك رزق، وجاهك رزق، وكل شيءتنتفعبههو رزق. ساعة تقول: إن كل ذلك رزق تأخذ قول الله: ﴿فَما الذين فُضِّلُواْ بِرَآدِّي رِزْقِهِمْ على ما مَلَكَتْ أيْمانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَآءٌ﴾ [النحل ٧١]

Muhammad Syamsudin
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bawean, Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syariah (MES) PD DMI Kabupaten Gresik

Tinggalkan Balasan

Skip to content