elsamsi log

Menu

Analisis Fundamental Komoditas Saham dan Kinerja Produksi Perspektif Fikih Muamalah

Analisis Fundamental Komoditas Saham dan Kinerja Produksi Perspektif Fikih Muamalah

Apa yang anda tahu tentang analisis fundamental aset saham? Anda pasti akan dibelokkan ke politik mikro, makroekonomi, dan lain sebagainya, bukan? Tepatkah? Banyak orang mengaku-ngaku sudah melakukan analisis fundamental, padahal nyatanya belum, atau bahkan tidak sama sekali. Buktinya, mereka masih suka bermain-main spekulasi dan erjebak di dunia money game. Itu tandanya apa? Jawabnya, salah fokus analisis. Ngakunya menganalisis fundamental aset, namun elemen fundamental asetnya justru tidak tersentuh. Aneh, bukan?

O ya, sebagai catatan penting, bahwa analisis ini hanya berlaku pada trading di broker legal. Legalitas broker merupakan faktor utama adanya komoditas yang sah diperjualbelikan.

Setelah berbicara mengenai banyak hal tentang analisis teknikal saham, selanjutnya kita beralih ke pembahasan mengenai analisis fundamentalnya. Terlebih dulu, para pengkaji fikih muamalah musti harus memahami pengertian / definisi dari analisis fundamental ini. 

Menukil dari harian investopedia, sebuah jurnal harian yang menerbitkan berita dan penjelasan seputar investasi, mendefinisikan bahwa:

“Fundamental analysis (FA) is a method of measuring a security’s intrinsic value by examining related economic and financial factors. Fundamental analysts study anything that can affect the security’s value, from macroeconomic factors such as the state of the economy and industry conditions to microeconomic factors like the effectiveness of the company’s management.” 

Arti harfiahnya, adalah kurang lebih sebagai berikut:

“Analisis fundamental (FA) adalah metode untuk mengukur nilai intrinsik sekuritas dengan memeriksa faktor ekonomi dan keuangan terkait. Seorang Analis fundamental, bertugas mempelajari apa saja yang dapat mempengaruhi nilai sekuritas, mulai dari faktor ekonomi makro seperti keadaan ekonomi dan kondisi industri hingga faktor ekonomi mikro seperti efektivitas manajemen perusahaan.”

Jika menyimak dari  definisi di atas, maka analisis fundamental atas suatu saham, dapat mencakup 2 hal, yaitu:

  1. Analisis terhadap aset fundamental yang menjadi nilai intrinsik dari suatu saham
  2. Analisis terhadap fundamental kinerja perusahaan penerbit saham. 

Tujuan akhir dari analisis fundamental, adalah untuk sampai pada angka yang dapat dibandingkan oleh investor dengan harga sekuritas saat ini untuk melihat apakah sekuritas itu undervalued atau overvalued.

Analisis Fundamental Aset Saham

Sebagaimana dalam definisi di atas, bahwa analisis fundamental terhadap aset saham itu berhubungan erat dengan upaya mengukur nilai instrinsik suatu sekuritas (equitas dan sukuk). Hasil akhir dari analisis fundamental adalah harga jual produk. 

Menurut Bukalapak, analisis fundamental produk dapat dilakukan dengan jalan melihat kinerja perusahaan secara keseluruhan untuk menentukan prospek kenaikan harga jangka panjang. Adapun langkah yang ditempuh dalam melakukan analisis fundamental adalah :

  1. melakukan analisis laporan keuangan, 
  2. kondisi ekonomi makro dan mikro, 
  3. analisis kondisi industri sejenis.

Definisi ini dipergunakan oleh Bukalapak ketika membahas mengenai analisis fundamentalnya saham. 

Sepakat atau tidak dengan apa yang disampaikan oleh Bukalapak itu, nampaknya satu kesan yang bisa kita peroleh dari penjelasan tersebut adalah adanya kesan bias dan tidak jelas. Dan memang, karena ketidakjelasan semacam ini yang menjadikan analisis fundamental itu menjadi sering kabur dan disalahgunakan oleh banyak pihak, termasuk oleh para pelaku kriminal / kejahatan pencucian uang, atau tindak money game, atau bahkan broker nakal. 

Bagaimana analisis fundamental itu dilakukan menurut bingkai Fikih Muamalah? 

Di dalam fikih muamalah, analisis fundamental itu sifatnya sederhana, yaitu menentukan status hartawinya produk. Jika suatu produk dinyatakan sah sebagai harta, maka harga sudah otomatis akan terbentuk dan mengikuti mekanisme pasar. 

Yang penting digarisbawahi dalam analisis fundamental secara Islam, adalah:

Pertama, bahwa harta dalam Islam itu statusnya adalah wajib halal, suci, baik (shalahiyah / hasan). Barang haram dan najis, tidak sah disebut sebagai harta. 

Kedua, komoditi itu memenuhi standar sebagai ain musyahadah (fisik) atau syaiin maushuf fi al-dzimmah (efek beragun aset). Agunan (dzimmah) dalam Islam itu ada 3, yaitu aset fisik (ain), uang (dain), dan jasa (fi’lin). Fi’lin (jasa) itu bisa mencakup layanan (khadamat dan hak). Dan yang dinamakan sebagai jasa (fi’lin) adalah wajib terdiri dari manfaatu al-ain (jasa atau hak atas suatu aset fisik).

Ketiga, harta itu bisa diserahterimakan dan bisa disimpan

Keempat, harta itu adalah milik sendiri

Kelima, tidak didapat dari transaksi yang dilarang secara syara’. 

Jadi, berdasarkan hal ini, maka analisis fundamental sebagaimana yang dituliskan oleh Bukalapak itu, sebenarnya malah tidak jelas dan terkesan kabur. Lain bila kita merujuk langsung pada teks turats fikih kita. 

Analisis Fundamental terhadap Kinerja Perusahaan

Sekali lagi, bahwa tujuan akhir dari analisis fundamental pada komoditas adalah tertaksirnya harga jual produk. Sementara, kalau pada kinerja perusahaan, maka tujuan akhir dari analisis fundamental adalah deviden (bagi hasil). 

Produk merupakan output terakhir dari sebuah kegiatan produksi. Demikian halnya deviden, adalah tujuan akhir dari seorang investor sejati. Seorang investor pasti menginginkan mendapatkan bagi hasil yang tinggi. Jadi, analisis fundamental terhadap kinerja perusahaan, sudah semestinya bertujuan mengetahui prospek deviden di masa mendatang itu. 

Ditelusuri dari bagaimana harga produk itu dibentuk dan deviden itu didapatkan, maka hal-hal yang masuk dalam rumpun analisis fundamental, seharusnya adalah bermaterikan berikut ini:

  1. Kondisi bahan mentah dan kondisi yang mempengaruhinya
  2. Kebutuhan biaya produksi
  3. Hambatan distribusi produk
  4. Karyawan dan Gaji, dan sejenisnya.

Sementara itu, kondisi politik mikro dan makro, seharusnya tidak menjadi bahan pertimbangan dalam analisis fundamental. Keduanya, merupakan elemen dari analisis teknikal. 

Kondisi politik mikro dan makro hanya masuk dalam elemen analisis fundamental bila berpengaruh terhadap ketersediaan bahan baku, proses produksi, kinerja produksi, dan disribusi produk. 

Penutup

Itulah elemen-elemen dari analisis fundamental dalam konteks umum dan konteks fikih muamalah. Jadi, anda bisa membedakan bukan? Mana itu analisis teknikal dan mana itu elemen analisis fundamental? 

Ya, analisis fundamental pada komoditi adalah berorientasi pada harga produk. Adapun analisis fundamental pada kinerja perusahaan adalah berorientasi pada elemen pembentuk deviden. Fafham!

Konsultasi Bisnis

Konsultasikan bisnis anda di eL-Samsi Group Consulting & Planning. Pastikan bahwa plan bisniis anda sudah benar secara syara’. Hubungi Contact Person di 082330698449, atau email: elsamsi2021@gmail.com

Muhammad Syamsudin

eL-Samsi Group. Peneliti Bidang Ekonomi Syariah – Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles