el-samsi-logo
Edit Content
elsamsi log

Media ini dihidupi oleh jaringan peneliti dan pemerhati kajian ekonomi syariah serta para santri pegiat Bahtsul Masail dan Komunitas Kajian Fikih Terapan (KFT)

Anda Ingin Donasi ?

BRI – 7415-010-0539-9535 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Komunitas eL-Samsi : Sharia’s Transaction Watch

Bank Jatim: 0362227321 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Pengembangan “Perpustakaan Santri Mahasiswa” Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri – P. Bawean, Sangkapura, Kabupaten Gresik, 61181

Hubungi Kami :

Screenshot 20230603 085150 Gallery

Cicil Emas dan Kredit Emas merupakan dua produk yang sama-sama dipromosikan oleh PT Pegadaian (Persero). Akan tetapi, umumnya masyarakat kita lebih mengenal produk kredit emas dibanding dengan cicil emas. Padahal, dua-duanya memiliki tipe yang hampir sama dalam pelaksanaannya. 

Meski demikian, ada perbedaan mendasar antara kedua produk tersebut. Mari kita simak beberapa perbedaan itu!

Baca Juga: Mengenal Produk Cicil Emas di Pegadaian

Pertama, Produk cicil emas adalah produk pegadaian yang dipromosikan berbasis digital melalui aplikasi pegadaian digital. Pihak nasabah pegadaian, bisa mengaksesnya melalui aplikasi yang dilaunching oleh PT Pegadaian (Persero). Oleh karena itu, semua orang tidak perlu lagi mendatangi outlet atau kantor fisik pegadaian. Mereka cukup menginstall aplikasi di smartphone masing-masing lalu dapat bertransaksi lewat aplikasi tersebut.

Sementara itu, kredit emas juga merupakan produk yang dipromosikan oleh PT Pegadaian (Persero). Untuk mengikuti produk ini, pihak nasabah bisa langsung mendatangi kantor fisik pegadaian setempat lalu bertransaksi dengan petugas. 

Kedua, harga pada produk cicil emas, adalah mengikuti harga dasar emas di pasar emas dunia yang selalu fluktuatif setiap harinya. Sebagai akibatnya, besaran angsuran dapat berubah sewaktu-waktu. (Baca juga: Simulasi Cicil Emas di Pegadaian)

Jadi, bisa jadi ada 2 orang yang pergi mengangsur di hari yang sama, dengan nominal pembelian emas adalah sama-sama seberat 1 gram, dengan tenor angsuran juga sama, namun besaran cicilannya berbeda. 

Di sisi lain, meskipun pihak pegadaian menyatakan bahwa rate of interestnya adalah 1%, namun karena harga emas harian cenderung fluktuatif, maka besaran interest tersebut akan berlangsung floating (mengambangg) sehingga unfixed (tidak tetap).

Adapun pada produk kredit emas, perbedaan nilai angsuran oleh 2 orang yang memilih produk yang sama itu cenderung tiada. Mengapa? 

Sebab harga dasar emas yang dikredit, sudah ditetapkan di awal oleh pegadaian. Nasabah tinggal menambahkan rate of interest sebesar 1% atau 2% dan telah ditetapkan secara fixed (tetap) oleh pegadaian. 

Ketiga, pada produk cicil emas, baik uang muka (downpayment) maupun angsuran nasabah, keduanya dinyatakan oleh admin aplikasi pegadaian digital dalam satuan gram. 

Jadi, andaikata angsuran pertama nasabah adalah sebesar 200 ribu, maka 200 ribu tersebut dinyatakan oleh aplikasi digital tersebut secara otomatis dalam satuan gram emas. 

Alhasil, angsuran ini seolah menyerupai beli emas sesuai dengan harga emas dunia saat itu juga. Sementara nisbah kepemilikan nasabah, bertambah secara fixed (tetap), namun uang yang diserahkan berbeda antara angsuran 1 dan angsuran berikutnya. 

Lain halnya dengan produk kredit emas, yang mana harga dasarnya sudah ditetapkan di awal transaksi. Besaran uang yang diserahkan adalah berlansung fixed (tetap), namun disertai bunga yang sudah ditetapkan di awal secara fixed pula, hingga tenor waktu pelunasan itu selesai. 

Keempat, kedua produk cicil emas dan kredit emas, sama-sama menerapkan bunga cicilan dan dihitung berdasarkan harga dasarnya. 

Perbedaannya, pada produk cicil emas, nilai uang dari produk bunga itu bisa berubah seiring perubahan harga emas dunia di hari angsuran. Akan tetapi, hal ini tidak terjadi pada produk kredit emas. 

Risiko dari perbedaan basis kedua model ini, adalah apabila terjadi keterlambatan angsuran pada waktu yang telah ditetapkan, maka pihak nasabah akan membayar bunga keterlambatan itu dengan nilai yang berbeda basisnya. 

Misalnya, harga emas dunia saat bisa mengangsur adalah 1 juta. Maka, nasabah produk cicil emas diwajibkan membayar bunga angsuran dari bulan yang terlambat sebesar 1% kali 1 juta, senilai 10 ribu rupiah, ditambah dengan nilai angsuran wajib. 

Sementara itu, pada produk kredit emas, bunga dari bulan terlambat tetap dihitung fixed, dan selanjutnya ditambah dengan angsuran wajib. 

Itulah beberapa perbedaan antara produk cicil emas di pegadaian digital dengan kredit emas di kantor fisik pegadaian. 

Muhammad Syamsudin
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bawean, Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syariah (MES) PD DMI Kabupaten Gresik

Tinggalkan Balasan

Skip to content