elsamsi log

Menu

Apakah Forsage termasuk Debt Based Crowdfunding ataukah Donation Based Crowdfunding?

Apakah Forsage termasuk Debt Based Crowdfunding ataukah Donation Based Crowdfunding?

Tidak masuk dikelompokkan dalam securities crowdfunding, para pelaku forsage hendak memasukkan plan bisnisnya dalam debt based crowdfunding dan donation based crowdfunding. Bisakah?

Debt Based Crowdfunding

Debt artinya adalah utang. Jadi debt based crowdfunding secara istilah adalah bermakna sebagai program urun dana yang dilakukan dengan basis adanya pihak yang berperan selaku menghutangi dan yang menerima utang. 

Dalam praktiknya, kegiatan crowdfunding jenis ini merupakan wadah bagi kegiatan P2P lending atau pinjaman online. Wahana ini dibuka seiring dengan perkembangan teknologi informasi dengan mengambil ceruk adanya konsumen yang terhalang untuk melakukan pinjaman di bank. Ia butuh solusi mengatasi masalah kekurangan dana usahanya itu. Oleh karenanya, OJK mengatur mengenai tata cara penyelenggaraannya sehingga tidak berlaku sebagai ilegal dan keluar dari norma-norma sosial dalam penagihan. 

Mencermati terhadap maksud dari debt based crowdfunding, maka crowdfunding yang dilakukan oleh forsage juga tidak bisa masuk ke dalam wadah satu ini. Mengapa? 

Sebab, pihak afiliator (upline) adalah pihak yang berperan selaku diserahi harta oleh member (downline). Sementara dalam debt based crowdfunding, pihak kreator aplikasilah yang justru menyerahkan dana kepada pihak nasabahnya dalam bentuk utang. Sebagai utang, maka diharapkan kembalinya oleh piihak afiliator. Jadi, bedakan kedua praktik ini, dan cermati!

Walhasil, forsage bukan jenis debt based crowdfunding. Karena tidak masuk dalam jenis program urun dana ini, bisakah forsage dikelompokkan ke dalam jenis donation based crowdfunding

Donation Based Crowdfunding

Pada bagian sebelumnya juga sudah dijelaskan mengenai apa itu pengertian dari donation based crowdfunding

Crowdfunding jenis ini dicirikan oleh penyerahan dana dari anggota kepada pihak afiliator tanpa adanya harapan untuk kembalinya dana tersebut. Ketiadaan harapan kembali inilah yang merupakan ciri khas dari donasi. Mengapa? Sebab, ketika pihak member memiliki harapan kembali, maka itu artinya program crowdfunding tersebut tidak lagi berbasis donasi. Lalu berbasis apa? 

Jawabnya sudah bisa ditebak, yaitu berbasis utang (qardl). Jika manfaat dari donasi kepada member diharapkan lebih besar dari harta yang pernah diserahkan,  maka diisitulah terjadi riba qardli. Alhasil, hukumnya menjadi haram. 

Menilik dari diperkenankannya donation based crowdfunding oleh OJK, program urun dana jenis ini adalah dimaksudkan untuk mewadahi lembaga-lembaga penggallang dana kemanusiaan atau bencana. Jadi, tidak bisa dikelompokkan sebagai bagian dari bisnis yang memiliki harapan diperolehnya keuntungan. 

Adapun di forsage, pihak member dijanjikan kembalian yang lebih. Dan jika dirunut asal dana untuk mengembalikan, ternyata dana itu diperoleh dengan jalan memotong daa serahan dari para anggotanya. Alhasil, forsage bukanlah donation based crowdfunding

Kesimpulan

Forsage tidak masuk dalam 4 program urun dana yang sudah diperkenankan oleh OJK. Keberadaannya tidak masuk dalam lingkup securities crowdfunding, debt based crowdfunding, reward based crowdfunding dan donation based crowdfunding. 

Karena tidak masuk dalam keempat jenis lembaga / platform crowdfunding di atas, maka pengakuan forsage sebagai lembaga crowdfunding adalah tidak bisa dibenarkan sehingga termasuk praktik bathil dari sisi crowdfundingnya.

Pertanyaannya, lalu forsage itu masuk kategori bisnis apa?

Muhammad Syamsudin

Peneliiti Bidang Ekonomi Syariah – Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

%d blogger menyukai ini: