elsamsi log

Menu

Covid-19, Hepatitis Akut dan Dampak Ekonomi Indonesia

Covid-19, Hepatitis Akut dan Dampak Ekonomi Indonesia

Belum sepenuhnya pulih dari serangan Covid-19, kini masyarakat dunia sudah diberi warning dengan wabah Hepatitis Akut. Berbeda dengan gejala serangan Covid-19, maka wabah Hepatitis Akut justru menyerang pada anak-anak. Statusnya juga misterius. Mungkin, kemisteriusan ini lebih tepat untuk disemati sebagai wabah hepatitis 4.0.

Dan lagi-lagi, pemerintah sudah mulai berancang-ancang untuk menerapkan kebijakan work from home (WFH) kendati masih pada level pra. 

sumber: cnbc

Adanya warning awal semacam ini, lambat laun seringkali berbuah pada dilanjutkannya aksi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ya, semua itu karena bercermin pada sejarah, bagaimana Covid-19 itu awalnya merebak. Awalnya hanya ditemukan di Jakarta dengan gejala menjangkiti hanya pada beberapa orang saja, mendadak dalam waktu singkat, seantero Indonesia ikut terjangkit. Puncaknya terjadi vaksinasi masal, ada aplikasi peduli lindungi dan sejenisnya.

Dampak lainnya yang terasa pada sektor ekonomi adalah tariff transportasi menjadi mahal disebabkan PPKM. Ongkos produksi menjadi mahal sehingga harga jualnya pun berubah naik drastis. Ya semua itu disebabkan karena harus beralih ke mesin pengganti kerja, dan merebaknya klinik bisnis Test PCR, swab antigen, test covid-19, dan lain-lain. 

Semua itu menjadi risiko dan lagi-lagi masyarakat harus menanggung risiko itu, dengan mengeluarkan biaya ekstra. 

Hepatitis Akut dan Outbreak WHO

Gejala hepatitis sudah terdeteksi di Indonesia sejak 27 April 2022 yang lalu. Menurut data Kementerian Kesehatan, sudah ditemukan adanya 15 anak yang terdampak sebagai mengalami hepatitis akut dan 3 diantaranya meninggal dunia per 1 Mei 2022.

Yang unik dari tanggal ini sebenarnya karena peringatan itu cukup singkat bila dibandingkan dengan outbreak yang disampaikan oleh WHO, 4 hari sebelumnya. 

Perlu diketahui bahwa WHO memberikan warning wabah hepatitis akut ini per tanggal 23 April 2022. Jadi, sangat singkat sekali. 

Belum ditemukan laporan tentang bagaimana perkembangan selanjutnya, apakah ada kenaikan atau tidak. 

Prediksi Dampak Ekonomi

Melihat sasaran dari wabah itu adalah anak-anak, yang menurut konsepsi data UNICEF adalah mereka yang memiliki kisaran usia di bawah 21 tahun, maka besar kemungkinan dampak secara ekonomi wabah hepatitis akut ini akan dialami oleh sektor pendidikan. 

Dengan kata lain, sektor pendidikan menjadi pangkal tolak terjadinya peralihan dan revolusi. Sektor ini banyak dihuni oleh generasi-generasi Gen Z, yaitu generasi yang tumbuh kembang dari teknologi bluetooth, dunia digital, smartphone, cloud dan telekonferensi serta blockchain. 

Penerapan PPKM Covid-199 yang menjadikan banyak sekolah dan institusi pendidikan – baik formal maupun non-formal – sudah berhasil memberi dampak pada mendekatkan generasi satu ini pada teknologi yang diproduksi oleh global industry tersebut. 

Secara tidak langsung, seolah ada tuntutan agar pengenalan terhadap produk digital itu tidak hanya terhenti sampai sektor itu saja, melainkan harus dilanjut sampai generasi tersebut benar-benar lupa bahwa dunia pendidikan itu menghendaki adanya pertemuan sistem klasikal. 

Itu sebabnya, agar para generasi itu lupa, maka perlu ditindaklanjuti dengan lokalisasi dampak, sampai terbentuknya masyarakat baru, new generation of gen z. Ciri dari generasi baru ini, adalah:

  1. Kerja berbasis teknologi informasi
  2. Kerja berbasis freelance
  3. Ladang dunia tidak lagi beralih pada ladang fisik, melainkan beralih ke ladang metaverse
  4. Kebutuhan akan dialihkan dari sektor fisik ke sektor metaverse

Jadi, kalau misalkan ditanya, apa puncak dari wabah hepatitis akut ini pada ekonomi global? Jawabnya tentu pada preferensi Gen Z terhadap dunia digital sehingga yang asalnya dunia digital itu menempati sektor sekunder beralih total menjadi sektor primer. Bukankah kalau tidak sampai terjadi peralihan, maka tidak dinamakan Revolusi. Seide dengan Revolusi 4.0, bukan?

Alhasil, dampak ekonomi wabah hepatitis akut ini, dalam timbangan penulis adalah ada kaitannya dengan teknologi digiital. Sebab, teknologi ini yang tengah digodog bersama oleh para negara maju di bidang teknologi. 

Lantas, Indonesia ada di posisi mana dalam revolusi ini? Ya, karena Indonesia adalah negara yang dikelompokkan sebagai negara maju yang baru, terbukti dengan dilibatkannya Indonesiaa dalam G20, maka Indonesia akan berubah menjadi negara konsumen terbesar di dunia introduksi teknologi 4.0 itu. Dengan kata lain, Indonesia akan menjadi negara pasar produk yang senantiasa akan dilirik.

Konsultasi Bisnis

Konsultasikan Plan Bisnis anda ke eL-Samsi Group Consulting & Planning. Pastikan bahwa plan bisnis anda sudah bergerak di atas rel dan ketentuan syara’! Awal perencanaan yang benar meniscayakan pendapatan yang halal dan berkah! Hubungi CP 082330698449, atau ke email: elsamsi2021@gmail.com! Negosiasikan dengan tim kami! Kami siap membantu anda melakukan telaah terhadap plan bisnis anda dan pendampingan sehingga sah dan sesuai dengan sistem bisnis syariah.

Muhammad Syamsudin

eL-Samsi Group Consulting & Planning bisnis berorientasi Bisnis Syariah. Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center

 

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

%d blogger menyukai ini: