elsamsi log

Menu

Dampak Perang Rusia dan Ukraina terhadap Neraca Perdagangan Ekspor-Impor Indonesia

Dampak Perang Rusia dan Ukraina terhadap Neraca Perdagangan Ekspor-Impor Indonesia

Perang yang berlangsung antara Rusia melawan Ukraina diprediksi akan berdampak pada Indonsia. Dampak itu secara tidak langsung timbul akibat neraca perdagangan ekspor impor antara kedua negara. 

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia ke Rusia pada Januari 2022 terealisasi sebesar US$ 176,5 juta atau setara Rp 2,52 triliun (kurs Rp 14.300/US$), naik sebesar 58,69% (mtm) dibandingkan nilai ekspor sebelumnya pada Desember 2021 yang sebesar US$ 111,2 juta.

Pun dibandingkan realisasi ekspor Januari 2022 dengan Januari 2021, nilai ekspor RI ke Rusia naik 60,29% atau dengan nilai US$ 110,1 juta.

Adapun komoditas yang banyak diekspor RI ke Rusia pada Januari 2022 di antaranya lemak dan minyak hewan/nabati dengan nilai US$ 102,4 juta, karet dan barang dari karet dengan nilai US$ 11,1 juta.

Komoditas terbesar lainnya yang diekspor Indonesia ke Rusia yakni alas kaki dengan nilai US$ 7,8 juta, karet dan barang dari karet dengan nilai US$ 7,1 juta, dan barag lainnya dengan nilai US$ 47,9 juta.

Sementara itu, ekspor Indonesia ke Ukraina pada Januari 2022 hanya terealisasi sebesar US$ 5,4 juta atau setara dengan Rp 76,7 miliar (kurs Rp 14.300/US$).

Secara rinci, nilai ekspor RI ke Ukraina pada Januari 2022 turun 83,78% jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada Desember 2021 yang sebesar US$ 33,1 juta.

Adapun jika dibandingkan dengan Januari 2021, nilai ekspor RI ke Ukraina juga anjlok hingga 90,24%. Sebelumnya nilai ekspor RI ke Ukraina pada Januari 2021 sebesar US$ 55 juta.

BPS mencatat, komoditas yang diekspor Indonesia ke Ukraina pada Januari 2022 di antaranya lemak dan minyak hewan/nabati dengan nilai mencapai US$ 933.217, alas kaki US$ 571.437.

Komoditas lainnya yang diekspor Indonesia ke Ukraina pada Januari 2022 yakni kertas, karton, dan barang daripadanya dengan nilai US$ 556.046, kakao dan olahannya sebesar US$ 451.950, dan barang lainnya sebesar US$ 2,8 juta.

Sumber: Kompas.com

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

%d blogger menyukai ini: