elsamsi log

Menu

“Fikiran” dan “Pengetahuan”

“Fikiran” dan “Pengetahuan”

Ketika anda melihat sebuah “obyek” (mufrad), maka obyek itu adakalanya terlintas dalam “fikiran” dan adakalanya tidak terlintas sama sekali. Semua itu, tergantung kedalaman anda ketika mengamati obyek. Pertanyaannya: “kalau begitu, apa yang dimaksud dengan “fikiran”? 

Jika mencermati alur di atas, maka yang dinamakan sebagai “fikiran” itu pada dasarnya adalah sama dengan istilah “persepsi anda tentang suatu obyek” (idraku mufradin). Dan persepsi ini sudah barang tentu ada dalam bentuk citra/sketsa. Citra atau sketsa dalam bentuk persepsi ini dikenal dengan istilah tashawwur. Jelasnya bagaimana?

Begini, setelah anda memandang sesuatu, maka lahir pita rekaman otomatis dalam diri anda merekam gambaran ilustratif secara umum tentang obyek yang anda amati. Misalnya, anda baru saja melihat mobil yang melintas di jalan raya. 

Alam bawah sadar anda akan secara otomatis merekamnya, entah itu mereknya, body mobilnya, kecepatannya, warna kacanya, atau bahkan pengendaranya. Ilustrasi buah dari rekaman otomatis anda inilah yang dikenal dengan istilah tashawwur / citra. Dengan demikian, “tashawwur” / citra / sketsa adalah buah dari persepsi anda terhadap obyek setelah melakukan pandangan. 

Orang yang memandang sesuatu, menandakan orang tersebut “tahu” akan obyek yang dipandang. “Tahu” yang ada dalam bentuk citra/sketsa ini selanjutnya dengan dikenal dengan istilah “pengetahuan”. Jadi, “pengetahuan” akan suatu obyek adalah lahir karena “sebuah pengalaman melihat obyek”. 

Pengalaman istilah lainnya adalah empiris. Suatu “pengalaman” yang melahirkan “pengetahuan” semacam ini dikenal dengan istilah lain sebagai “pengetahuan empirik”.

Mencermati akan hal ini maka secara tidak langsung, anashir “fikiran” itu pada dasarnya disusun oleh 3 proses secara berturut-turut, yaitu

  1. Pandangan atas suatu obyek (empirik)
  2. Lahirnya persepsi anda terhadap suatu obyek. 
  3. Timbulnya citra / sketsa / tashawwur / pengetahuan empirik.

Ketiga hal ini direkam dengan baik oleh Syeikh Abdurrahman al-Akhdlari dalam penggalan bait syairnya sebagai berikut:

إدراك مفرد تصورا علم # ………..

“Persepsi akan suatu obyek dalam bentuk citra/sketsa itu adalah pengetahuan…….”

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

%d blogger menyukai ini: