elsamsi log

Menu

Holdingisasi Modal Investor Perumahan

Holdingisasi Modal Investor Perumahan

Kali ini kita akan berbicara mengenai holdingisasi modal investor Perumahan Syariah. Maksud dari holdingisasi adalah modal investor diputar kembali guna menggerakkan aset yang sudah ada.

Gambaran dari kasus yang ada di tulisan ini sudah dijelaskan dalam tulisan terdahulu. Anda  bisa mengikutinya kembali di link ini. Silahkan klik di sini! Oleh karena itu, jangan sampai salah dengan ilustrasi yang terdapat pada kasus lain yang hampir serupa!

Ringkasan kasusnya adalah sebagai berikut: 

  1. Pihak mudlarib (pengelola) merupakan pihak yang berakad langsung dengan pihak pemilik tanah melalui perjanjian akuisisi tanah seharga 2 M dengan luas 2 hektar
  2. Akad antara mudlarib dengan pemilik tanah ini disebut akad jual beli tempo (bai’ bi al-tsamani al-ajil)
  3. Di dalam akad jual beli ini, pihak mudlarib berlaku sebagai pembeli dan 
  4. Pemilik asli tanah berperan selaku penjual
  5. Barang yang dijual adalah tanah seluas 2 hektar
  6. Harga yang disepakati adalah 2 M
  7. Jatuh temponya adalah 5 Tahun
  8. Uang cicilannya adalah sebesar 250 juta yang diperoleh dari modal investor

Sementara itu akad antara pengelola (mudlarib) dengan investor adalah akad mudlarabah atau akad murabahah. Kedudukan masing-masing pihak yang terlibat adalah sebagai berikut:

Pertama, Akad Murabahah

  1. Investor berkedudukan sebagai pembeli
  2. Mudlarib berkedudukan sebagai wakil investor selaku pembeli
  3. Pemiliik tanah yang asli berperan selaku penjual
  4. Investor mengakuisisi tanah seluas ⅛ dari total 2 hektar lahan
  5. Harga ⅛ luas lahan tersebut adalah 250 juta rupiah.
  6. Akad jual belinya adalah jual bbeli kontan (halan)
  7. Sisa tanah seluas ⅞ dari 2 hektar adalah milik seutuhnya mudlarib (pengelola) yang dibeli dari pemilik aslinya melalui akad jual beli tempo. Harga dari sisa tanah ini adalah mutlak tanggungan mudlarib seutuhnya. 
  8. Bagi hasil yang berlaku antara investor dan pengelola adalah berdasarkan harga jual tanah yang sudah berhasil diakuisisi dan menjadi milik investor, yakni seluas ⅛ dari 2 hektar. Apabila tanah dengan luas ini terjual, maka keuntungannya dibagi antara mudlarib dan investor

Kedua, Akad Mudlarabah

Pada tulisan sebelumnya sudah disampaikan bahwa akad mudlarabah terjadi karena adanya kontrak perjanjian antara investor dan pengelola agar kontraknya memenuhi ketentuan akad syirkah mudlarabah. Oleh karena itu, kedudukan masing-masing pihak dalam akad ini adalah sebagai berikut:

  1. Investor berperan selaku pemodal perumahan dengan modal disertakan sebesar 250 juta rupiah
  2. Penggunaan modal ini diperuntukkan untuk membangun 2 unit rumah dan mengakuisisi lahan seluas 2 kavling
  3. Lewat akad syirkah ini, pihak =engelola (mudlarib) hanya berperan menyalurkan modal investor untuk membangun 2 unit rumah tersebut di atas tanah yang secara otomatis dibeli dengan menggunakan uang investor. Misalnya: Harga 2 Kavling Tanah adalah 50 juta. Biaya membangun 2 unit rumah adalahh 200 juta. 
  4. Bagi hasil antara investor dan pengelola (mudlarib) hanya berlaku pada keberhasilan lakunya 2 unit rumah di atas 2 kavling tanah tersebut. 
  5. Sisa tanah yang belum dibeli dengan modal investor dan belum didirikan unit perumahan, adalah sepenuhnya hak milik mudlarib dan harganya merupakan tanggung jawab mudlarib (pengelola) dalam melunasinya.

Manajemen Holding Modal Investor

  1. Sebagai catatan bahwa baik perjanjian akad yang dijalin oleh mudlarib dengan investor dilakukan melalui akad murabahah ataupun mudlarabah, keduanya juga boleh melakukan akad perjanjian holding. 
  2. Ketika melakukan akad perjanjian holding, modal investor diputar melalui mekanisme yang sama sebagaimana disebutkan pada klausul akad murabahah atau klausul akad mudlarabah
  3. Sebelum dilakukan pemutaran modal investor kembali ke jalur 2 akad di atas (murabahah atau syirkah mudlarabah), hendaknya dilakukan bagi hasil terlebih dahulu, berbekal hasil penjualan tanah secara murabahah, atau berbekal hasil penjualan 2 unit rumah di  atas 2 kavling tersebut di atas
  4. Apabila tidak dilakukan bagi hasil terlebih dahulu yang disebabkan adanya kesepakatan antara investor dan mudlarib untuk memasukkan “niilai keuntungan perjalanan tahap pertama bisnis” ke dalam modal investor kembali, maka mudlarib wajib memberitahukan besaran nilai keuntungan yang telah diperoleh dan selanjutnya memberitahukan angka perubahan modal investor. 
  5. Misalnya, dengan modal 250 juta diperoleh keuntungan untuk investor sebesar 300 juta. Disepakati oleh investor untuk menambahkan 300 juta ke modal awal, sehingga modal investor berubah menjadi 550 juta. Alhasil, dengan modal ini bisa digunakan untuk membeli lagi 6 kavling senilai 150 juta, dan pendirian 4 unit rumah lagi senilai 400 juta. 

Catatan Plan Bisnis

Sudah barang tentu, banyaknya unit rumah dan kavling yang dibeli tidak harus sesuai dengan contoh rincian di atas.

Yang dibutuhkan bagi sahnya akad adalah rincian pengalokasian modal oleh mudlarib, antara lain:

  1. Berapa modal investor yang digunakan 100% untuk membeli per kavling atau luasann tanahnya?
  2. Berapa modal investor yang digunakan untuk membiayai 100% pendirian 1 unit rumahnya?
  3. Berapa harga jual per unit rumahnya?
  4. Berapa selisih antara harga per unit rumah yang dibangun dengan modal investor tersebut dengan habisnya modal yang dipakai membangun 1 unit rumah? Misal: harga   tanah 25 juta. Biaya membangun rumah 100 juta. Harga jual rumah 500 juta. Dengan demikian, keuntungan yang harus dibagi, adalah 500 juta dikurangi 100 juta dikurangi 25 juta, sama dengan 375 juta (per unit rumah atau sesuai pesanan dan tipe rumah)

Info lebih lanjut:

Hubungi Kami untuk Konsultasi Bisnis dan Perancanangan Plan Bisnis Syariah di nomor serta email yang tertera di web ini! 

Muhammad Syamsudin (082330698449)

Peneliti Bidang Ekonomi Syariah – Aswaja NU Center PWNU Jawa TImur (musyamsudin@el-samsi.com)

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

%d blogger menyukai ini: