elsamsi log

Menu

HUKUM TRADING: Mengurai Aktifitas Take Profit dan Stop Loss dalam Trading (Bagian 4)

HUKUM TRADING: Mengurai Aktifitas Take Profit dan Stop Loss dalam Trading (Bagian 4)

Pada tulisan kali ini, kita akan mencermati bagaimana mekanisme take profit dan stop loss pada trading secara umum. Instrumen yang dipergunakan dalam trading adalah masih tetap sama yaitu terdiri dari forex dan sekuritas (saham dan obligasi atau sukuk). 

Di dalam perjalanan melakukan trading, untuk melakukan open position, dia akan dihadapkan pada pengaturan sistem broker yang hendak dia pergunakan sebagai wasilah melakukan trading. Tentu pengaturannya ini adalah berbekal beberapa hal:

  1. Karena adanya momen yang dirasa tepat, misalnya karena adanya pemberitaan atau karena ada seorang influencer yang sekira dapat mempengaruhi opini publik trader
  2. Pengamatan terhadap chart pergerakan forex dan sekuritas di pasar internasional
  3. Menganalisa trendline sehingga didapat nilai batas bawah dan batas atas pergerakan harga. 

Buah Analisa Trendline

Buah dari melakukan analisa terhadap trendline, adalah pengetahuan akan trend pergerakan harga, harga high (tertinggi) dan harga low (terendah). Simak gambar!

Titik puncak atas chart segitiga (di atasnya trendline) menjadi sinyal harga tertinggi (high). Sementara titik jurang kerucut di bawah trendline, menjadi harga terendah (low). 

Pergerakan yang menunjukkan trendline menaik, menjadi sinyal kenaikan permintaan terhadap komoditas yang sedang ditradingkan (uptrend / increasing trend). Sebaliknya, pergerakan yang menunjukkan trendline menurun, menjadi sinyal adanya resistensi pasar (downtrend / descending trend) terhadap komoditas. 

Pergerakan yang menunjukkan trendline mendatar menjadi sinyal tidak ada trend (sideways / no trend). Sinyal no trend (sideways) ini menjadi indikasi kestabilan pergerakan. Antara pembeli (buyer) dengan penjual (seller) ada pada posisi imbang. Keduanya ada dalam posisi ragu-ragu untuk menjual atau membeli komoditas. 

Sinyal Uptrend

Uptrend menjadi sinyal adanya kekuatan yang mendongkrak harga komoditas. Entah itu karena adanya sentimen positif pasar, atau karena kestabilan pendapatan emiten. Jika hal itu terjadi pada kurs mata uang, maka besar kemungkinan disebabkan karena adanya unsur politik yang mendongkrak penguatan mata uang tertentu. Unsur politis ini bisa jadi adalah karena dipengaruhi oleh arah kebijakan pemerintah, adanya introduksi peraturan baru, dan sejenisnya sehingga mata uang negara tersebut (yang dipasangkan dengan USD) menjadi menguat dan banyak diburu oleh para importir dan eksportir. 

Jika kondisi ini terjadi pada pasar sekuritas, maka besar kemungkinan disebabkan adanya penerimaan terhadap komoditas, yang dipengaruhi oleh dekatnya waktu pembagian dividen, adanya inovasi produk perusahaan, komoditasnya banyak diburu masyarakat (volatil) dan sejenisnya. Misalnya, yang terjadi pada beberapa uang kripto, yang tiba-tiba harganya melonjak sebab adanya penerimaan pasar. 

Jika kondisi uptrend ini terjadi dalam kurun waktu yang lama, maka kondisi ini kemudian ditengarai sebagai Bullish. Lawan dari kondisi ini adalah Bearish, di mana terjadi trend penurunan harga atau pertumbuhan negatif dalam jangka waktu yang relatif lama. 

Sinyal Downtrend

Terjadinya downtrend (trend negatif) pada pasar keuangan memiliki beberapa kemungkinan penyebab. Umumnya trend negatif ini diakibatkan karena stabilitas ekonomi suatu negara yang terganggu. Entah disebabkan karena peperangan, atau karena perubahan kebijakan yang ditolak oleh pasar (resistance). Akibatnya, mata uang negara yang dipasangkan dengan USD di dalam trading mengalami penurunan permintaan. Sebagai konsekuensi logis dari hal ini, adalah terjadinya banyak aksi SELL (ask), dan sebaliknya banyak terjadi aksii BUY mata uang kebalikannya (bid).

Kondisi doowntrend pada suatu komoditas menandakan adanya resistensi pasar terhadap barang yang diproduksi oleh emiten, bisa jadi karena terjadinya keterlambatan dalam melakukan upgrade produk, dan sejenisnya. Atau karena produk tersebut bertentangan dengan kebijakan suatu negara. 

Take Profit dan Stop Loss

Take profit merupakan sebuah pesan yang disampaikan oleh trader kepada broker agar menjual komoditas yang sudah diakuisisi olehnya ke pasar dengan harga melebihi harga pasar. 

Resiko dari take prodit, adalah: 

  1. Pihak trader mendapatkan keuntungan berupa uang sebagai konsekuensi dri pelepasan komoditas yang telah diakuisi.
  2. Pihak trader menyimpan uang dan melepas komoditas

Adapun stop loss, adalah pesan yang disampaikan oleh trader kepada broker agar membeli komoditas yang perlu untuk diakuisisinya guna dijual ketika terjadi pergerakan harga di atas harga pasar. 

Resiko dari stop loss, adalah:

  1. Pihak trader membeli komoditas yang kelak akan dijual ke pasar, dan kehilangan deposit uangnya
  2. Pihak trader menyimpan komoditas, dan melepas uangnya

Yang dimaksud dengan harga pasar dalam trading adalah garis tengah yang menghubungkan antara posisi open position dan posisi close position. Perhatikan lagi grafik pertama di atas yang membicarakan mengenai trendline! Untuk lebih mudahnya, kita copykan lagi grafiknya di sini. 

Garis trendline lurus yang memisah antara puncak high dan close, di atas, pada dasarnya adalah menggambarkan harga jual komoditas di pasar. Keuntungan yang berhasil diakuisisi oleh trader adalah selisih antara poin kisaran harga yang dibawah garis trendline dengan poin kisaran harga yang berada di atas garis. 

Keduanya merupakan sebuah keniscayaan dalam mekanisme pasar seiring jika ada aksi BUY maka harus ada aksi SELL. Aksi BUY berujung pada lepasnya uang dan diakuisisinya komoditas. Aksii SELL  berujung pada dilepasnya komoditas dan diakuisinya uang. Itu sebabnya, dalam posisi trend pertumbuhan yang negatif sekalipun, masih ada kemungkinan untuk mendapatkan profit, sebab adanya dua sisi yang berada di kanan kiri garis trendline tersebut. Perhatikan ilustrasi berikut!

Perhatikan garis (trendline) yang menghubungkan antara swing high dengan swiing low. Garis itu secara nyata menggambarkan posisi sedang terjadi downtrend. Di antara kedua garis itu terdapat harga tertinggi saat terjadi trend penurunan dan harga terendah di bawah garis. Kedua sisi ini merupakan peluang diraihnya profit bagi trader. Namun, yang paling urgen dalam hal ini adalah memperhatikan durasi waktu kontrak yang terjadi. Swing high terjadi pada waktu 25:04:00. Sementara swing low terjadi pada 31:04:00. Ini artinya, kontrak modal (durasi open dan close position) terjadi selama kurang lebih durasi 06:00:00 (6 menit). Jadi, selama durasi 6 menit tersebut, pihak trader bisa mendapatkan profit seiring trend penurunan pada harga pasar. 

Pelaksanaan Order Stop Loss – Take Profit

Order stop loss dan take profit ditentukan dalam rangka meminimalisir resiko kerugian yang dialami oleh trader akibat kemungkinan terjadinya penyimpangan posisi harga jual dengan harga beli yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pembeli. 

Penyimpangan ini ditandai oleh keberadaan poin grafik / chart lebih banyak berada di bawah garis trendline dibanding di atas trendline. Langkah antisipasi ini menjadi penting demi modal yang dimiliki oleh trader. 

Antisipasi stop loss sudah pasti ditentukan dengan jalan seorang trader menetapkan batas bawah yang bisa ditoleransinya. Sementara take profit ditetapkan dengan memperhatikan batas atas harga tertinggi dari chart. 
Akibat dari penetapan batasan ini, pada saat pergerakan chart bergerak melewati batas yang sudah ditetapkan untuk take profit dan stop loss, maka kondisi komoditas dan saldo trader akan ditahan oleh broker untuk tidak ditasarufkan, sampai dengan durasi kontrak yang diiambil, atau harga kembali mencapai level take profit dan stop loss kembali. Wallahu a’lam bi al-shawab

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

%d blogger menyukai ini: