el-samsi-logo
Edit Content
elsamsi log

Media ini dihidupi oleh jaringan peneliti dan pemerhati kajian ekonomi syariah serta para santri pegiat Bahtsul Masail dan Komunitas Kajian Fikih Terapan (KFT)

Anda Ingin Donasi ?

BRI – 7415-010-0539-9535 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Komunitas eL-Samsi : Sharia’s Transaction Watch

Bank Jatim: 0362227321 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Pengembangan “Perpustakaan Santri Mahasiswa” Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri – P. Bawean, Sangkapura, Kabupaten Gresik, 61181

Hubungi Kami :

Img 20230711 Wa0002

Deskripsi Masalah BRI Link

Hari ini, beredar bisnis di tengah masyarakat berupa jasa penarikan atau penyimpanan uang dengan berafiliasi pada Bank Plat Merah (Bank Pemerintah). Program itu dikenal sebagai program BRI link. Program ini juga seriing disebut sebagai program ATM Mini.

Latar belakang diperkenalkannya BRIlink ini adalah untuk menjembatani nasabah BRI dalam melakukan penyimpanan atau pengambilan uang. 

Permasalahannya, adalah: 

  1. Nominal uang yang bisa diambil oleh nasabah bank BRI lewat BRI Link masih harus dikenai biaya administrasi / biaya jasa dari pemilik BRI Link. Sebut misalnya, biaya jasa tersebut adalah 5000 rupiah untuk sekali transaksi. 
  2. Adapun nominal uang yang diambil atau distor tidaklah berubah dan tetap sesuai dengan yang dipesan.

Problem Transaksi di BRI Link

Apakah transaksi lewat BRI Link tersebut termasuk transaksi riiba?

Jawaban Masalah BRI Link

Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat diketahui dengan mencermati alur transaksi nasabah pengguna jasa BRI Link dengan Pemilik ATM Mini BRI Link, sebagai berikut:

Pertama, Nasabah Pengguna Jasa BRI Link untuk Keperluan Uang Tunai

  1. Uang yang diserahkan ke konsumen/nasabah BRI Link, adalah uang kes langsung dari pemilik ATM Mini BRI Link. Status uang ini terhadap nasabah pengambil adalah utang. Alhasil, akad yang terjadi, adalah akad menghutangi (iqradl).
  2. Melalui mesin EDC, nasabah melunasi utang tersebut dengan jalan mentransfer saldo rekeningnya ke Pemilik Jasa BRI Link. Besaran nilai uang yang ditransfer, adalah sama dengan uang kes yang diterima oleh nasabah pengambil.
  3. Selanjutnya, nasabah membayar biaya admin ke pemilik BRI Link.

Kedua, Nasabah Pengguna Jasa untuk Keperluan Menabung

  1. Pihak nasabah yang menabung, menyerahkan uang sebesar nominal uang yang akan ditabung ke Bank BRI.
  2. Selanjutnya, Pemilik BRI Link, mentransfer uang simpanannya ke rekening nasabah yang menabung sehingga saldonya berkurang
  3. Pihak nasabah membayar bea administrasi ke pemilik ATM Mini BRI Link sebesar 5000 rupiah. 

Ketiga, sebagai catatan bahwa saldo rekening pemilik BRI Link yang otomatis berkurang akibat ditransfer ke rekening nasabah yang menghendaki menabung, hanya bisa dipenuhi lagi dengan jalan datang langsung ke kantor BRI secara fisik dan melakukan antrean.

Kesimpulan Hukum BRI Link

Berdasarkan ilustrasi alur transaksi di atas, masing-masing terdapat 2 akad sebagai berikut, yaitu:

  1. Akad iqradl (utang piutang)
  2. Akad jasa transfer ke rekening nasabah atau penarikan saldo rekening nasabah lewat mesin perantara EDC
  3. Maqshud al-a’dham dari didirikannya agen BRI berupa BRI Link adalah dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat dalam menyimpan atau melakukan penarikan tunai uang di wilayah yang jauh dari mesin ATM BRI.
  4. Karena di dalam mekanisme penarikan tunai atau menabung ini ada wasilah teknologi berupa mesin EDC, maka transaksi yang berlaku di BRI Link telah memenuhi syarat sebagai transaksi ijarah sehingga bea admin tersebut dapat berlaku sah sebagai upah sewa mesin EDC.
  5. Indikasi terpenuhinya kulfah pemiliik BRI link lewat mesin EDC, adalah a) karena alasan perjalanan menuju bank dan b) antrean yang harus dilakukan penyedia jasa saat menabung, di mana keduanya merupakan illat bagi timbulnya payah sehingga berhak atas uang lelah (baca: bea admin). 

Maraji’ Masalah BRI Liink

الفقه المنهجي على مذهب الإمام الشافعي ٦/‏٩٩ — مجموعة من المؤلفين

القرض تعريفه هو في اللغة: القطع، قال في «المصباح المنير»: (قرضت الشيء قرضًا قطعته. ويطلق اسمًا على ما تعطيه غيرك من المال لتُقضاه، وسمي بذلك لما فيه من قطع يد مالكه عنه) وهو في اصطلاح الفقهاء: تمليك شيء مالي للغير على أن يردّ بدله من غير زيادة.

الفقه المنهجي على مذهب الإمام الشافعي ٦/‏١٠٦ — مجموعة من المؤلفين

الشروط في القرض قد يقترن عقد القرض بشروط، فبعض هذه الشروط تفسده، وبعضها يلغو ولا يؤثر على القرض، وبعضها يلزم الوفاء به، وإليك بيان ذلك: ١ – الشروط المفسدة:هي كل شرط ليس من ملائمات العقد، وفيه منفعة للمقرض، كما لو أقرضه بشرط ردّ زيادة في البدل، أو بشرط رد صحيح بدل مَعيب، أو بشرط أن يبيعه داره مثلًا. فمثل هذا الشرط فاسد ومفسد للعقد. لقوله ﷺ «كل قرضٍ جر منفعة فهو ربا (١)» قال في «مغني المحتاج»: وهو وإن كان ضعيفًا، فقد روى البيهقي معناه عن جمع من الصحابة. وذكر في «المهذَّب»: أنه روي عن أبي بن كعب وعبدالله بن مسعود وعبدالله بن عباس ﵃ أنهم نَهْوا عن قرضٍ جر منفعة.

والمعنى في هذا: أن موضوع القرض قائم على الإرفاق والعون للمقترض، فإذا شرط فيه المقرض لنفسه منفعة زائدة على حقه فقد خرج العقد عن موضوعه، ولم يؤدِّ غرضه، فلم يصح

الحاوي الكبير ٥/‏٣٥٨ — الماوردي (ت ٤٥٠)

وَإِذَا قَالَ الرَّجُلُ لِغَيْرِهِ: أَقْرِضْ لِي مِائَةَ دِرْهَمٍ وَلَكَ عَلَيَّ عَشَرَةُ دَرَاهِمَ فَقَدْ كَرِهَ ذَلِكَ إِسْحَاقُ وَأَجَازَهُ أَحْمَدُ، وَهُوَ عِنْدَنَا يَجْرِي مَجْرَى الْجَعَالَةِ وَلَا بَأْسَ بِهِ.

فَلَوْ أَنَّ الْمَأْمُورَ أَقْرَضَهُ مِائَةَ دِرْهَمٍ مِنْ مَالِهِ لَمْ يَسْتَحِقَّ الْعَشَرَةَ الْأُجْرَةَ لِأَنَّهَا بُذِلَتْ لَهُ عَلَى قرض من غيره.

وَإِنْ كَانَ قَبْلَ رَدِّ الْقَرْضِ عَلَيْهِ فَقَدْ كَرِهَ ذَلِكَ ابْنُ مَسْعُودٍ وَأَجَازَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ وَهُوَ عِنْدَنَا جَائِزٌ إِنْ كَانَ مِنْ غَيْرِ شَرْطٍ وَالتَّنَزُّهُ عَنْهُ أَوْلَى، لِمَا رُوِيَ أَنَّ زيد بن ثابت ﵁ اسْتَقْرَضَ مِنْ عُمَرَ ﵁ مَالًا وَكَانَ يُهَادِيهِ فَامْتَنَعَ عُمَرُ ﵁ مِنْ قَبُولِ هَدِيَّتِهِ فَرَدَّ زَيْدٌ الْقَرْضَ وَقَالَ: لَا حَاجَةَ لِي فِيمَا يَقْطَعُ الْوَصْلَةَ بَيْنِي وبينك.

فتح العزيز بشرح الوجيز = الشرح الكبير للرافعي ٧/‏٧١ — الرافعي، عبد الكريم (ت ٦٢٣)

ومعلوم أن في الاجارة يستحق بعض الاجرة ببعض العمل وأورد الامام رضى الله عنه طريقة متوسطة بينهما وتابعه صاحب الكتاب فقالا ان جوزنا البناء استحق قسطا من الاجرة لا محالة لان المستأجر بسبيل من اتمامه – إلى أن قال – الاجرة تقابل المقصود والسير تسبب إليه وليس من المقصود في شئ (وأظهرهما) أنها تقسط علي العمل والسير جميعا لان للوسائل حكم المقاصد وتعب الاجير في السير أكثر فيبعد أن لا يقابل بشئ وقال ابن سريج ﵀ ان قال استأجرتك لتحج عنى فالتوزيع علي الاعمال وحدها وان قال لتحج من بلد كذا فالتوزيع على السير والاعمال جميعا ونزل النصين على الحالين ثم هل يبنى على ما فعله الاجير ينظر ان كانت الاجارة على العين انفسخت ولا بناء لورثة الاجير كما لم يكن له أن ينيب بنفسه وهل للمستأجر أن يستأجر من يتمه يبني على القولين في جواز البناء ان جوزناه فله ذلك والا فلا وان كانت الاجارة علي الذمة

Professional consultation

Our consulting services focus on your most critical issues and help you identify opportunities across wide range of industries and geographies.

Consultation to success

Our consulting services focus on your most critical issues and help you identify opportunities across wide range of industries and geographies.

Our consulting services focus on your most critical issues and help you identify opportunities across wide range of industries and geographies.

Professional consultation

We are your trusted professional consulting partner who works in your interest. We help you optimize your resources and achieve your goals and gain a competitive edge in the market.

100+

Top-rated consultants

55

Testimonials

4

Our portfolio

Muhammad Syamsudin
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bawean, Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syariah (MES) PD DMI Kabupaten Gresik

Tinggalkan Balasan

Skip to content