elsamsi log

Menu

Kementerian Perdagangan memblokir Ratusan Domain Investasi Robot Trading Forex. Apa Pasalnya?

Kementerian Perdagangan memblokir Ratusan Domain Investasi Robot Trading Forex. Apa Pasalnya?

Hari ini sejumlah pemberitaan menyebut diblokirnya ratusan domain situs yang menjual Robot Trading Forex Online oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang berada di bawah Kementerian Perdagangan. Apa pasalnya? Simak ulasan berikut!

Terdapat sejumlah alasan yang disampaikan oleh Bappebti yang berhasil penulis rangkum sebagai berikut:

Pertama, Robot Trading (Expert Advisory / EA) merupakan alat yang bisa melakukan transaksi jual dan beli secara sendiri tanpa diperintah oleh trader, melalui peran open dan close position. Alhasil, terjadi banyak spekulasi di dalamnya (maisir). 

Kedua, mereka menawarkan keuntungan yang tinggi dan tidak masuk akal. Modus operandi yang digunakan adalah mereka menawarkan kelas-kelas (level) paket trading. Selanjutnya, para member diperintahkan untuk mencari member lain (member get member). Dari setiap member diminta untuk stor sejumlah dana yang berbeda besarannya untuk setiap kelas levelnya yang disertai dengan janji imbal hasil secara pasti hingga mencapai 0,5% hingga 2% per hari. Misalnya, untuk yang berlaku pada Autotrade Gold 5.0, yang menawarkan level-level keanggotaan dan janji imbal keuntungan sesuai dengan level kelas robot sebagai berikut:

– Robot level 1 (Rp 1,5 juta) untuk deposit di bawah USD 500

– Robot level 2 (Rp 3 juta) untuk deposit di bawah USD 5000

– Robot level 3 (Rp 7,5 juta) untuk deposit dibawah USD 30.000

– Robot level 4 (Rp 37,5 juta) untuk deposit di bawah USD 1.000.000

– Robot level 5 (Rp 52,5 juta) untuk deposit di bawah USD 10.000.000

Di dalam aplikasi telegram juga banyak mekanisme trading serupa dengan disamarkan dengan istilah Titip Dana (Mobit) dan dijanjikan dengan imbal hasil yang pasti. Ada HSB Indonesia, Automatic Gate Solutions (AGS), dan lain-lain. 

Ketiga, setiap pembelian robot trading dikenakan pajak sebesar 12%. Ini khususnya untuk Autotrade Gold 5.0. 

Nah, padahal beberapa waktu yang lalu, penulis menyampaikan di NU Online bahwa pemakaian robot trading (Expert Advisory / EA) adalah boleh. Namun, faktanya diblokiir oleh Bappebti. Adakah yang salah dalam analisa penulis?

Mengapa Bappebti memblokir Ratusan Domain Robot Autotrading?

Perlu diketahui bahwa tidak semua Robot Autotrading memiliki ciri sebagaimana yang termaktub dalam lembar yang disampaikan oleh Bappebti. Sebagaimana yang pernah penulis sampaikan bahwa robot trading yang boleh dipergunakan sebagai wasilah untuk melakukan trading secara syara’, adalah bilamana:

  1. Robot trading itu tidak berperan selaku pihak yang berakad sehingga bisa melakukan jual beli sendiri secara otomatis. 
  2. Robot trading hanya merupakan instrumen untuk menyampaikan informasi kepada pihak broker lewat media yang dipahami oleh broker
  3. Grafik pergerakan yang tampil di robot autotrading, hanya berfungsi memberikan analisa pergerakan sehingga eksistensinya – antara diperhatikan dan tidak diperhatikan – adalah bersifat mulgha (diabaikan). Alasannya, karena pihak yang berakad sebenarnya adalah antara trader dengan wakil trader (broker) yang berada di pasar bursa. Jadi, bila anda menjadikan robot trading itu sebagai lawan bertransaksi, maka jelas hal tersebut merupakan tindakan maisir dan termasuk jenis akad bai’ munabadzah.
  4. Penggunaan Robot Trading tidak disertai adanya aktifitas member get member (anggota mencari anggota). Jika ada aktifitas satu ini, maka itu jelas bahwa pada dasarnya akad trading tersebut adalah akad abal-abal. Aktifitas sebenarnya yang berlaku adalah skema piramida dengan dalih jual beli robot traading. 

Nah, jelas, bukan apa pasalnya jika Bappebti memblokir ratusan domain situs robot trading? Ada skema piramida dibalik aktifitas mereka. Di beberapa status media sosial, penulis sudah menyampaikan panjang lebar. Salah satunya, adalah Automatic Gate Solutions (AGS). Anda bisa mengikutinya di sini!

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

%d blogger menyukai ini: