el-samsi-logo
Edit Content
elsamsi log

Media ini dihidupi oleh jaringan peneliti dan pemerhati kajian ekonomi syariah serta para santri pegiat Bahtsul Masail dan Komunitas Kajian Fikih Terapan (KFT)

Anda Ingin Donasi ?

BRI – 7415-010-0539-9535 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Komunitas eL-Samsi : Sharia’s Transaction Watch

Bank Jatim: 0362227321 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Pengembangan “Perpustakaan Santri Mahasiswa” Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri – P. Bawean, Sangkapura, Kabupaten Gresik, 61181

Hubungi Kami :

Menyelenggarakan pembiayaan dengan bertumpu pada akad-akad syariah, sejauh ini memiliki dua masalah utama. Masalah ini sejatinya lahir bukan karena akadnya, melainkan karena menjaga daya saing LKS terhadap eksistensi Lembaga Keuangan Konvensional yang mengacu sistem bunga (riba). Alhasil, masalah tersebut adalah masalah ‘aridly.

BAca Juga: GAdai Motor dan Mobil: Praktik Kredit Beragun Aset

Lembaga Keuangan Syariah memiliki 2 problem permasalahan dalam menjaga daya saing tersebut, antara lain:

  1. Ketika dihadapkan pada percepatan pelunasan yang dilakukan oleh debitur terhadap kewajibannya sebelum jatuh tempo, dan
  2. Sebaliknya masalahnya juga dihadapkan apabila ada keterlambatan penunaian kewajiban oleh debitur.

Baca Juga: Modal Terkumpul Syirkah tidak Cukup untuk Mengakuisisi Tanah. Solusinya?

Latar belakang keterlambatan penunaian itu juga meniscayakan ada beberapa sebab. Berdasarkan hasil identifikasi, beberapa sebab itu, antara lain:

  1. Debitur sengaja melakukan tindakan wanprestasi
  2. Debitur terpaksa harus menunda penunaian kewajiban disebabkan ada kasus wajib yang lain dan menghendaki harus ditunaikan terlebih dahulu
  3. Ada kasus force majeur sehingga debitur tidak bisa melunasi utangnya tepat waktu dan memerlukan penjadwalan ulang kewajibannya
  4. Ada kasus force majeur sehingga mengakibatkan debitur sama sekali tidak bisa melunasi kewajibannya lagi
  5. Debitur bangkrut dalam usahanya

BAca Juga: Kesiapan Berhadapan dengan Risiko Usaha

Dari kesekian sebab ini, ada alternatif penyelesaian kewajiban yang diberikan oleh syara’. Berdasarkan hasil identifikasi dari beberapa nushush al-syari’ah, alternatif penyelesaian itu bisa mencakup hal-hal sebagai berikut sesuai dengan hierarkinya:

Baca Juga: Potongan Pertama Pembiayaan Kredit Konsumtif pada LKS

  1. Penerapan ta’zir (denda) terhadap debitur dengan tujuan memberi efek jera (ta’diib). 
  2. Penundaan penyelesaian kewajiban sampai debitur memiliki keluasan rezeki
  3. Penjadwalan ulang (rescheduling) terhadap kewajiban debitur. Pada dasarnya solusi ini hampir sama dengan alternatif kedua.
  4. Restrukturisasi kewajiban debitur dan memberi peluang kepada debitur untuk bisa bangkit lagi dari keterpurukannya (refinancing)
  5. Penyitaan aset debitur 

Baca juga: Apa beda cicil emas dan kredit emas di pegadaian?

Masing-masing dari konsekuensi pembiayaan di atas memiliki indikator masing-masing. Tidak setiap keterlambatan dalam pembiayaan selalu diberlakukan ta’zir atau bahkan penyitaan. Nah, penyusunan instrumen pengenalan indikator inilah yang diperlukan oleh setiap lembaga keuangan syariah (LKS) sebagai bagian dari Knowing Your Consumer (mengetahui track record konsumen). 

Baca Juga: Konsultasi Muamalah: Solusi Lembaga Finance Lepas dari Jerat Riba

Konsultasi Bisnis

Konsultasikan Plan Bisnis anda ke eL-Samsi Group Consulting & Planning. Pastikan bahwa plan bisnis anda sudah bergerak di atas rel dan ketentuan syara’! Awal perencanaan yang benar meniscayakan pendapatan yang halal dan berkah! Hubungi CP 082330698449, atau ke email: elsamsi2021@gmail.com! Kami siap membantu anda melakukan telaah terhadap plan bisnis anda dan pendampingan. 

Muhammad Syamsudin

eL-Samsi Group Consulting & Planning bisnis berorientasi Bisnis Syariah. Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center

Muhammad Syamsudin
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bawean, Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syariah (MES) PD DMI Kabupaten Gresik
Skip to content