el-samsi-logo
Edit Content
elsamsi log

Media ini dihidupi oleh jaringan peneliti dan pemerhati kajian ekonomi syariah serta para santri pegiat Bahtsul Masail dan Komunitas Kajian Fikih Terapan (KFT)

Anda Ingin Donasi ?

BRI – 7415-010-0539-9535 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Komunitas eL-Samsi : Sharia’s Transaction Watch

Bank Jatim: 0362227321 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Pengembangan “Perpustakaan Santri Mahasiswa” Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri – P. Bawean, Sangkapura, Kabupaten Gresik, 61181

Hubungi Kami :

Kontrak Bisnis Syariah Kontemporer

Pengertian Kontrak

Kontrak dalam konsepsi syariah dikenal sebagai aqad. Allah SWT berfirman di dalam QS. Al-Maidah [5] : 1:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ أَوۡفُوا۟ بِٱلۡعُقُودِۚ

“Wahai orang-orang yang beriman, tunaikanlah akad-akad kalian”

Secara bahasa, akad memiliki arti sebagai ikatan (rabth) tali. Sinonim dari akad adalah al-‘ahdu. Misalnya, adalah sebagaimana pernyataan dari Mu’jam Lisan al-‘Arab berikut:

لسان العرب مادة: (عقد)

مِنْ مَعَانِي الْعَقْدِ لُغَةً: الْعَهْدُ، وَيُقَال: عَهِدْتُ إِلَى فُلاَنٍ فِي كَذَا وَكَذَا، وَتَأْوِيلُهُ: أَلْزَمْتُهُ ذَلِكَ، فَإِذَا قُلْتَ عَاقَدْتُهُ أَوْ عَقَدْتُ عَلَيْهِ، فَتَأْوِيلُهُ: أَنَّكَ أَلْزَمْتَهُ ذَلِكَ بِاسْتِيثَاقٍ، وَتَعَاقَدَ الْقَوْمُ: تَعَاهَدُوا

 Adapun secara istilah, dalam Ensiklopedi Fikih Kuwait mendefinisikan akad sebagai:

الموسوعة الفقهية الكويتية ٣٦/‏١٤٤ — مجموعة من المؤلفين

الْعَقْدُ هُوَ رَبْطُ أَجْزَاءِ التَّصَرُّفِ بِالإِْيجَابِ وَالْقَبُول

“Akad adalah suatu pengikatan beberapa item perbelanjaan (tasharruf) melalui mekanisme ijab  (serah) dan qabul (terima).”

Masih dari ensiklopedi yang sama dengan merujuk pada penjelasan Jurnal Al-Adliyyah, disampaikan ta’rif  akad yang sama, yaitu:

الْتِزَامُ الْمُتَعَاقِدَيْنِ  وَتَعَهُّدُهُمَا أَمْرًا، وَهُوَ عِبَارَةٌ عَنِ ارْتِبَاطِ الإِيجَابِ بِالْقَبُول وَبِذَلِكَ يَكُونُ الْعَقْدُ الْتِزَامًا

“Asosiasi dua pihak yang menjalin kontrak dan saling berjanji untuk menunaikan satu urusan. Inilah asal muasal dari munculnya ungkapan keterikatan ijab dan qabul dalam kontrak sehingga kontrak berlangsung iltizam (saling mengikat satu sama lain).”

Karena akad juga mencakup makna sebagai al-‘ahdu, maka terkadang akad juga dimaknai sebagai ikatan janji. Akan tetapi, aqad secara makna adalah lebih sempurna dibanding al-‘ahdu. Hal ini senada dengan penjelasan Syeikh Abu Hilal al-‘Askary (w. 390 H) dalam manuskrip karyanya, sebagai berikut

معجم الفروق اللغوية = الفروق اللغوية بترتيب وزيادة ١/‏٣٦٥ — العسكري، أبو هلال (ت نحو ٣٩٥)

الفرق بين العقد والعهد: أن العقد أبلغ من العهد تقول عهدت إلى فلان بكذا أي ألزمته إياه وعقدت عليه وعاقدته ألزمته باستيثاق وتقول عاهد العبد ربه ولا تقول عاقد العبد ربه إذ لا يجوز أن يقال إستوثق من ربه وقال تعالى «أوفوا بالعقود» (٢) وهي ما يتعاقد عليه إثنان وما يعاهد العبد ربه عليه، أو يعاهده ربه على لسان نبيه ﵇، ويجوز أن يكون العقد ما يعقد بالقلب واللغو ما يكون غلطا والشاهد قوله تعالى «ولكن يؤاخذكم بما كسبت قلوبكم» (٣) ولو كان العقد هو اليمين لقال تعالى: ولكن يؤاخذكم بما عقدتم أي حلفتم ولم يذكر الايمان فلما أتى بالمعقود به الذي وقع به العقد علم أن العقد غير اليمين، وأما قول القائل: إن فعلت كذا فعبدي حر فليس ذلك

Baca Juga: Pokok-Pokok Materi Perkukliahan Hukum Dagang

Ruang Lingkup Kontrak Bisnis

Karena kontrak (aqad) merupakan perjanjian yang bermaterikan serah (ijab) dan terima (qabul) barang atau jasa, maka secara syara’ kontrak bisa dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Kontrak langsung
  2. Kontrak tidak langsung / melalui perantara media

Kontrak langsung merupakan kontrak / ikatan perjanjian yang disampaikan langsung dari person ke person secara lisan atau isyarah di majelis aqad. Adapun kontrak tidak langsung, merupakan ikatan perjanjian yang disampaikan melalui perantara media, seperti lewat surat menyurat, telepedia, kontrak tertulis, atau lewat wakil, broker, admin media dan lain sebagainya.

Baca Juga : Pemikiran Yusuf Qardlowi tentang Zakat Profesi

بحوث لبعض النوازل الفقهية المعاصرة ١٢/‏٢ — – (معاصر)

قال كثيرٌ من العلماء المعاصرين يتم العقد بواسطة هذه الأجهزة بشرط الوضوح والتثبت، ومستندهم في ذلك ما يلي

 ما ذكره كثيرٌ من العلماء قديمًا من أن العقد يتم عن طريق المراسلة، وأن الإيجاب إذا حصل بعد وصول الكتاب فإنه صحيح، وكذا عن طريق المناداة

 أن المراد باتحاد المجلس اتحاد الزمن أو الوقت الذي يكون فيه المتعاقدان مشتغلين بالتعاقد، لا كون المتعاقدين في مجلسٍ واحد، ولذلك قالوا: إن المجلس يجمع المتفرقات. وعلى هذا يكون مجلس العقد في المكالمة الهاتفية مثلًا هو زمن الاتصال مادام الكلام في شأن العقد، وفي المراسلة والمكاتبة وصول الرسالة أو الخطاب، فإن تأخر القبول إلى مجلسٍ ثانٍ لم ينعقد العقد.

وقد سئل الشيخ محمد بخيت المطيعي عن الاتصال بالبرق وأحكام التعاقد به (وهو التلغراف) فأجاب بأنه كالمكاتبة تمامًا لكنه أسرع، لكن لا يمتنع الخطأ ولهذا وجب التثبت بوسائل التثبت الموجودة حاليًا كالهاتف وما شابه ذلك، ومثل البرق التلكس لأنه برقٌ خاصٌ بصاحبه من كلا الطرفين، وأما الفاكس فهو أسرع من التلكس ويأخذ حكمها أيضًا. وبالنسبة للآلات والأجهزة الأخرى فهي إما أن تكون مساويةً للهاتف والبرق بالسرعة في الاتصال وقوته ووضوحه أو أشد فإن كانت مثلها فتأخذ حكمها وإن كانت أشد فمن باب أولى.

Kontrak Bisnis di Era Modern

Dunia modern ditandai dengan berkembangnya sarana komunikasi, transportasi dan informasi. Dunia modern juga ditandai dengan semakin berkembangnya manajemen pengarsipan surat (file), manajemen komunikasi berbasis server, data penyimpanan (storage) dan lain sebagainya.

Berbagai kemajuan yang terjadi di berbagai bidang yang memasuki relung (niche) lini kehidupan berpengaruh langsung terhadap budaya penyusunan kontrak bisnis. Ruang, jarak dan waktu dijembatani oleh media komunikasi berbasis internet atau telepon pintar (smartphone).

Contoh keberpengaruhan tersebut, adalah munculnya berbagai kontrak berbasis electronic commerce (e-commerce). Fenomena munculnya uang elektronik (e-money) merupakan contoh langsung pengaruh internet dan teknologi penyimpanan data bersama (server) serta industri perbankan.

Akibat dari munculnya fenomena baru (amrun ‘aridly) tersebut, kontrak bisnis tidak lagi hanya berfokus pada perjanjian lisan semata. Kontrak bisnis modern sudah jauh mengarah pada usaha mengembangkan kontrak tertulis, kontrak perwakilan (wakalah), kontrak yang melibatkan pihak tak dikenal (broker, administrator dan operator).

Baca Juga: Zakat Profesi dalam Madzhab Hanbali

Basis Akad Kontrak Bisnis di Era Modern

Jika dalam kontrak bisnis klasik, pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis bisa bertemu secara langsung di majelis diselenggarakannya akad. Misalnya, dalam jual beli, kedua pihak penjual dan pembeli bisa langsung bertemu untuk melakukan transaksi jual beli di majelis akad. Akad yang berlaku adalah akad berbasis amanah (yad al-amanah).

Sementara dalam akad modern, karena pihak penjual dan pembeli kadang tidak bisa bertemu secara langsung, maka akad yang berbasis amanah (yad al-amanah) ini secara perlahan mulai ditinggalkan. Meski begitu, tujuan dasar (muqtadla al-aqdi) dari transaksi – yaitu, pihak pembeli atau penyewa bisa mendapatkan barang atau jasa sesuai dengan yang ditawarkan – tidaklah ditinggalkan, melainkan terus dijaga. Oleh karena itu, basis akad transaksi di era modern menjadi berubah, yaitu lebih mengedepankan pada accountable (jelas kalkulasinya) dan responsible (bisa dipertanggungjawabkan). Basis akad semacam ini dikenal oleh para ekonom syariah dengan istilah yad al-dlammanah.  

BAca Juga: Dialektika Fikih Kontemporer tentang Leasing dan Hukuman bagi Koruptor hingga Pencuri

الموسوعة الفقهية الكويتية ٢٨/‏٢٥٨ — مجموعة من المؤلفين

وَيَدُ الأَمَانَةِ، حِيَازَةُ الشَّيْءِ أَوِ الْمَال، نِيَابَةً لاَ تَمَلُّكًا، كَيَدِ الْوَدِيعِ، وَالْمُسْتَعِيرِ، وَالْمُسْتَأْجِرِ، وَالشَّرِيكِ، وَالْمُضَارِبِ وَنَاظِرِ الْوَقْفِ، وَالْوَصِيِّ. وَيَدُ الضَّمَانِ، حِيَازَةُ الْمَال لِلتَّمَلُّكِ أَوْ لِمَصْلَحَةِ الْحَائِزِ، كَيَدِ الْمُشْتَرِي وَالْقَابِضِ عَلَى سَوْمِ الشِّرَاءِ، وَالْمُرْتَهِنِ، وَالْغَاصِبِ وَالْمَالِكِ، وَالْمُقْتَرِضِ. وَحُكْمُ يَدِ الأَمَانَةِ، أَنَّ وَاضِعَ الْيَدِ أَمَانَةً، لاَ يَضْمَنُ مَا هُوَ تَحْتَ يَدِهِ، إِلاَّ بِالتَّعَدِّي أَوِ التَّقْصِيرِ، كَالْوَدِيعِ فَإِنَّهُ إِذَا أَوْدَعَ الْوَدِيعَةَ عِنْدَ مَنْ لاَ يُودَعُ مِثْلُهَا عِنْدَ مِثْلِهِ يَضْمَنُهَا. وَحُكْمُ يَدِ الضَّمَانِ، أَنَّ وَاضِعَ الْيَدِ عَلَى الْمَال، عَلَى وَجْهِ التَّمَلُّكِ أَوِ الاِنْتِفَاعِ بِهِ لِمَصْلَحَةِ نَفْسِهِ، يَضْمَنُهُ فِي كُل حَالٍ، حَتَّى لَوْ هَلَكَ بِآفَةٍ سَمَاوِيَّةٍ، أَوْ عَجَزَ عَنْ رَدِّهِ إِلَى صَاحِبِهِ، كَمَا يَضْمَنُهُ بِالتَّلَفِ وَالإِْتْلاَفِ

Dalam hasil konferensi yang melibatkan semua negara-negara Islam, Organisasi Kenegeraan Islam (OKI) telah menyepakati sahnya akad – akad tersebut demi mendorong terlaksananya sistem perekonomian berbasis ajaran Islam dan upaya mengatasi sistem perekonomian berbasis ribawi yang selama ini telah berkembang dan menjadi silabi di berbagai fakultas-fakultas perekonomian di berbagai universitas di dunia, dan khususnya di Indonesia.

Baca Juga: Pengaruh Batas Usia terhadap Kehalalan Produk Asuransi BPJS

بحوث لبعض النوازل الفقهية المعاصرة ١٢/‏٢ — – (معاصر)

وقد قرر مجمع الفقه في دورة مؤتمره السادس بجدة بجواز التعاقد بهذه الوسائل ويعتبر تعاقدًا بين حاضرين بشروط، ويستثنى من ذلك الصرف لاشتراط التقابض، والسلم لاشتراط قبض رأس المال .

الشروط:

١- وجود التثبت من كلٍ من المتعاقدين من شخصية صاحبه كي لا يدخل الوهم واللبس والتزييف من أحد الطرفين أو من طرفٍ ثالث. ٢- صحة ما تنسبه هذه الآلات الحديثة إلى كلٍ من المتعاقدين من أقوالٍ وتصرفات. ٣- عدم رجوع الموجب عن إيجابه قبل وصول القبول من الطرف الآخر في بعض الآلات التي يوجد فيها فترة زمنية للوصول. ٤- ألا يؤدي التعاقد عن طريق هذه الآلات إلى تأخير قبض أحد العوضين في الصرف لاشتراط التقابض فيه، وألا يؤدي إلى تأخير قبض راس المال في السلم لاشتراط تعجيل رأس المال فيه ٥- لا يصح عقد النكاح بها لاشتراط الشهود فيه.

Ruang Lingkup Kajian Mata Kuliah Kontrak Bisnis Syariah Kontemporer

Berangkat dari penjelasan di atas, maka apabila ditarik pada materi yang mustinya dibahas dan dikaji dalam mata kuliah kontrak bisnis syariah kontemporer, adalah mencakup hal-hal yang berkaitan dengan terbentuknya kontrak bisnis syariah kontemporer itu sendiri, antara lain:

  1. Pengantar Kontrak Syariah dan Syarat terpenuhinya Kontrak Syariah
    • Syarat dan Rukun Kontrak Bisnis Syariah Kontemporer
    • Kepatuhan Syariah
    • Komponen Klausul Kontrak Bisnis Syariah Kontemporer
    • Mawani’ Kontrak Bisnis Syariah Kontemporer
  2. Harta Syariah
  3. Pembagian Kontrak Bisnis Syariah Kontemporer:
  4. Kontrak Jual Beli Syariah Kontemporer (Buyu’)
    • Syarat dan Rukun Jual Beli
    • Bai’ Amanah (Murabahah, Tauliyah, Muwadla’ah)
    • Bai’ Musawamah
    • Aplikasi Bai’ Amanah dan Musawamah dalam Akad Perkreditan
  5. Kontrak Sewa Jasa Syariah Kontemporer (Ijarah)
  6. Kontrak Proyek Syariah Kontemporer (Jualah)
    • Kredit Barang dan Jasa Syariah Kontemporer
    • Qardlu Hasan
    • Kredit Beragun Aset (Rahn), Bai bi al-Wafa’, Bai’u al-‘Uhdah dan Bai’ bi al-Wa’ad
    • Ijarah Muntahiyah bi Nihayati al-Tamlik (IMBT) dan Multifinance Syariah
  7. Permodalan Syariah Kontemporer  (Qiradl):
    • Istitsmar
    • Deposito Syariah
  8. Persekutuan Modal Syariah Kontemporer (Musyarakah Kontemporer), Holding dan Subholding
    • Syirkah Musahamah
    • Syirkah Musahamah bi Nihayati al-Tamlik
    • Syirkah Mutanaqishah
    • Saham dan Sukuk
  9. Kombinasi Akad Qiradl dan Syirkah (Syirkah Mudlarabah)
  10. Perantara Kontrak Bisnis Syariah Kontemporer
    • Al-Wakalah bi al-Murabahah
    • Al-Wakalah bi al-Ujrah
    • Al-Wakalah bi al-Ju’li
    • Al-Wakalah bi al-Istitsmar
    • Reksadana Syariah
  11. Asuransi Syariah (Takaful, Tadlmin wa Ta’min)
  12. Penjamin Transaksi Syariah Kontemporer
  13. Arbritase Syariah Kontemporer

Sebenarnya, ruang lingkup kajian ini masih bisa dikembangkan lagi. Namun kiranya materi ini sudah cukup untuk mengantarkan mahasiswa guna memahami dan menyelami berbagai relung kemungkinan terjadinya inovasi akad (fath al-dzari’ah) pada bisnis-bisnis modern berbasis syariah. Satu catatan yang pasti, adalah bahwa mekanisme kontrak bisnis syariah akan senantiasa mengalami perkembangan secara progresif dan kontinyu. Untuk itu diharapkan kepada para calon sarjana ekonomi syariah agar senantiasa menekuni, mengikuti dan mencermati dengan baik setiap isi kajian di dalamnya.

Catatan

Agar mudah mengikuti dan memahami materi kuliah Kontrak Bisnis Syariah, maka diharapkan setiap mahasiswa sudah menguasai fikih dasar hukum muamalah. Akan lebih baik lagi bila mahasiswa telah mempelajari Ushul Fikih yang berbasis Ekonomi Syariah. Wallahu a’lam bi al-shawab

Muhammad Syamsudin
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bawean, Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syariah (MES) PD DMI Kabupaten Gresik
Skip to content