elsamsi log

Menu

Manajemen Finansial Akad Syirkah Mudlarabah

Manajemen Finansial Akad Syirkah Mudlarabah

Di tulisan sebelumnya, penulis sudah membahas mengenai apa itu syirkah mudlarabah? Inti dasarnya adalah bahwa syirkah mudlarabah merupakan akad kombinasi antara syirkah dengan mudlarabah. 

Karena faktor inilah maka dalam ruang aplikasinya diperlukan dua manajemen keuangan secara terpisah, antara lain:

  1. Manajemen Keuangan berbasis Syirkah, dan 
  2. Manajemen Keuangan berbasis mudlarabah

Manajemen Keuangan berbasis Syirkah

Telah menjadi ijma’ para ulama’ dari kalangan madzahib al-arba’ah bahwa yang dimaksud dengan akad syirkah (perkongsian) dalam Islam adalah syirkah ‘inan atau syirkah modal. 

Syirkah ditandai dengan adanya sejumlah pemilik modal yang menggabungkan seluruh modalnya untuk dikumpulkan bersama dan dikelola bersama guna mendapatkan keuntungan bersama dan selanjutnya untung rugi ditanggung bersama. 

Perhatikan gambar berikut! 

Manajemen Keuangan berbasis Mudlarabah

Setiap syarik dari pemilik modal adalah wakil dari syarik yang lain dan berhak menjalankan modal sesuai kesepakatan syirkah modal.

Apabila disepakati bahwa kumpulan modal tersebut akan ditanamkan ada suatu unit kegiatan produksi, maka salah satu syarik bisa mewakili seluruh investor guna melakukan kerjasama bagi hasil mudharabah dengan pihak pengelola. 

Sebut misalnya, A adalah wakil dari seluruh investor yang ada. Kemudian Pak Ahmad adalah pihak yang memiliki proyek dan butuh modal. Pak Ahmad adalah pengelola modal tersebut (mudlarib). 

Akad kedua ini disebut akad mudlarabah. Perhatikan gambaran manajemen keuangannya! 

Karakteristik dari akad ini, selain karena adanya 1 pihak yang berlaku sebagai investor dan pihak lainnya selaku mudlarib, juga ditengarai oleh keberadaan nisbah kesepakatan bagi hasil keuntungan produksi. 

Lalu, apa yang diperoleh syarik lainnya dalam relasi akad syirkah? 

Perhatikan gambar berikut! 

Sebagaimana diketahui bahwa syirkah yang terbentuk di atas adalah syirkah ‘inan (syirkah modal). 

Berdasarkan klausul bagi hasil akad mudlarabah, para pemodal yang diwakili oleh A mendapat nisbah bagi hasil sebesar 70%. Hasil sebesar 70% inilah yang dibagi ke 10 pemodal yang tergabung dalam syirkah. 

Jadi, apabila pemodal mendapat nisbah bagi hasil sebesar 70% dari 100 juta keuntungan mudlarabah, maka total 70% keuntungan itu dibagi ke 10 pemodal. Alhasil, setiap pemodal mendapat bagian 7 juta rupiah keuntungan syirkah. 

Bagaimana? Gampangkan dipahami? Butuh konsultasi, silahkan kirim pertanyaan ke email yang tertera di bawah! Ikuti prosedur pemgirimannya! 

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

%d blogger menyukai ini: