el-samsi-logo
Edit Content
elsamsi log

Media ini dihidupi oleh jaringan peneliti dan pemerhati kajian ekonomi syariah serta para santri pegiat Bahtsul Masail dan Komunitas Kajian Fikih Terapan (KFT)

Anda Ingin Donasi ?

BRI – 7415-010-0539-9535 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Komunitas eL-Samsi : Sharia’s Transaction Watch

Bank Jatim: 0362227321 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Pengembangan “Perpustakaan Santri Mahasiswa” Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri – P. Bawean, Sangkapura, Kabupaten Gresik, 61181

Hubungi Kami :

Pengalihan saham, secara tidak langsung, dapat dimaknai sebagai transfer risiko (risks tranfer) kepemilikan kepada pihak lain. Karena saham menyatakan kepemilikan atas suatu modal, maka akad dasar dari transfer risiko ini adalah akad syuf’ah (akuisisi). Mengapa?

Sebagaimana kita tahu bahwa aset dasar saham bersifat syai’ah (tak dapat dibagi). Namun, dalam perkembangannya, karena secara fisik aset yang ditransaksikan berupa surat berharga (auraq al-maliyah) maka syuf’ah tersebut beralih istilah menjadi jual beli, tijarah, hiwalah dan lain sebagainya. 

Ushul Trading

Bagaimanapun juga, suatu transaksi yang di situ terdapat uang yang diserahkan dan kemudian disertai dengan penyerahan gantinya, maka transaksi itu dinamakan dengan jual beli (bai’). Alhasil, di posisi ini, saham bertindak selaku mabi’ (obyek jual beli). 

Namun, karena asal muasal dari saham itu adalah penyertaan modal, maka pengalihan modal kepada pihak lain, bisa dimaknai juga sebagai hiwalah, atau syuf’ah. Cuma risikonya nanti sangat besar, khususnya billa kita berhenti pada pemakaian trransaksi ini. Sekilas bahasannya pernah dikupas dalam tulisan ini.

Dan apabila hiwalah itu dilakukan untuk maksud mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dengan harga jual dalam waktu pendek (short sell)  tanpa menunggu dihasilkannya deviden, maka transaksinya masuk kategori tijarah (trading). 

Jadi, akad pengalihan saham ini bisa berbeda-beda tergantung pada konteks bagaimana proses pengalihan tersebut dilakukan. Bisa bai’, bisa hiwalah, bisa pula tijarah. 

Investasi dan Trading Saham

Kita seringkali dirancaukan oleh pengertian investasi dan trading. Ditinjau secara syara’, investasi dan trading itu pada dasarnya memiliki maksud yang sama, yaitu tijarah.

Namun dalam praktik yang berlaku, kalau pengalihan itu dilakukan untuk maksud investasi, maka akadnya adalah bai’, hiwalah atau syuf’ah. Syaratnya, ada masa hold (imsak) selama beberapa waktu (long term). Dan biasanya hal ini dilakukan sampai tiba masa pembagian deviden (pembagian sisa hasil usaha). Bisa juga sampai masa di mana pihak musahim merasa perlu untuk mengalihkan saham yang ditahannya. 

Secara syara’, tidak ada batasan seberapa lama durasi waktu untuk menahannya, dalam hal ini. Baik short term maupun long term, keduanya sama-sama bisa disebut investasi. 

Hanya saja, bila pengalihan itu untuk maksud mendapatkan keuntungan jangka pendek (capital gain), maka akad yang mengemuka lebih dikenal dengan akad tijarah (dagang saham). Secara khusus, di dalam akad ini juga sama-sama memuat akad bai’, hiwalah dan syuf’ah. Yang membedakan adalah durasi hold-nya pendek (short term).

Muhammad Syamsudin
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bawean, Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syariah (MES) PD DMI Kabupaten Gresik

Tinggalkan Balasan

Skip to content