el-samsi-logo
Edit Content
elsamsi log

Media ini dihidupi oleh jaringan peneliti dan pemerhati kajian ekonomi syariah serta para santri pegiat Bahtsul Masail dan Komunitas Kajian Fikih Terapan (KFT)

Anda Ingin Donasi ?

BRI – 7415-010-0539-9535 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Komunitas eL-Samsi : Sharia’s Transaction Watch

Bank Jatim: 0362227321 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Pengembangan “Perpustakaan Santri Mahasiswa” Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri – P. Bawean, Sangkapura, Kabupaten Gresik, 61181

Hubungi Kami :

Manipulasi Data Daihatsu

Skandal Manipulasi Data Uji Keselamatan Daihatsu

Baru-baru ini, muncul kabar mengejutkan dari berbagai media pemberitaan nasional dan mancanegara tentang skandal kasus manipulasi data uji keselamatan sejumlah kendaraan merek terkenal – pabrikan Jepang – dan pangsa pasarnya meliputi Indonesia dan Malaysia. Pabrikan itu adalah Daihatsu Motor Co, Ltd. Kasus ini hingga kini masih berbuntut panjang, dan berdampak pada pencabutan izin produksi. 

Merujuk media otomotifnet, yang bersumber dari siaran pers Daihatsu Jepang pada Selasa (16/1/2023), telah diputuskan izin produksi Daihatsu Gran Max dicabut.  Termasuk produksi Toyota Town Ace dan Mazda Bongo. Keduanya diketahui menggunakan platform yang sama dengan Daihatsu Gran Max. Izin produksi Gran Max ini dicabut berdasarkan keputusan yang dirilis oleh Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT). 

Perlu diketahui bahwa MLIT merupakan perwakilan Pemerintah Jepang, dan saat ini sedang memproses pencabutan izin ketiga model lansiran Daihatsu Motor Co, Ltd di atas. 

Adapun, jenis dokumen yang akan dicabut atas izin produksi Gran Max berupa Vehicle Type Approval (VTA). Keputusan tersebut berdasarkan laporan hasil investigasi terkait penyimpangan prosedur sertifikasi yang dilakukan tim independen. 

Berangkat dari laporan hasil investigasi ini pula, MLIT melakukan penyelidikan mendalam disertai permintaan laporan detail oleh pihak Daihatsu Jepang. Akhirnya, hasil investigasi MLIT memutuskan mencabut VTA untuk produksi tiga model yang dipasarkan di Jepang. Yaitu Daihatsu Gran Max, Toyota Town Ace, dan Mazda Bongo.

Baca juga:

Indonesia terkena Dampak Manipulasi Data

Indonesia merupakan negara pengekspor terbesar mobil di AsiaTenggara. Berdasarkan pemberitaan yang dilansir dari Detikoto, impor mobil ke Indonesia sejak awal 2022 mengalami tren kenaikan. 

Pada Januari 2022, mobil buatan luar negeri atau CBU (Completely Built Up) ke Indonesia naik 75,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total mobil impor sepanjang bulan Januari 2022 tercatat mencapai 3.710 unit. Dibandingkan Januari tahun sebelumnya, yang jumlahnya hanya mencapai 2.109 unit sehingga kenaikan terjadi sebesar 1.601 unit.

Merek yang paling banyak diimpor dalam periode tersebut ialah Toyota dengan jumlah 1.375 unit. Kemudian disusul oleh Mitsubishi Motors sebanyak 1.110 unit. 

Daihatsu Raja Ekspor Mobil CBU di Indonesia

Dilansir dari situs mobilitas, berdasarkan data ekspor mobil dalam wujud utuh (CBU) yang dilaporkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total ekspor mobil Indonesia selama Januari – Oktober tahun 2022 mencapai 384.570 unit. Jumlah ini merupakan angka kenaikan mencapai 63% dibanding periode yang sama di tahun 2021.

Sementara, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Bulan Juni tahun 2022 memperlihatkan total nilai ekspor kendaraan bermotor (baik roda empat maupun dua) dari Indonesia di periode itu mencapai US$ 9,08 miliar. Nilai ini menanjak 21,87% dibanding periode sama 2021. Namun dibanding nilai impor, ternyata nilai ekspor itu masih lebih sedikit alias defisit. Sebab, total nilai impor mencapai US$ 9,43 miliar atau melonjak 43,6% dibanding periode sama di tahun lalu.

Naiknya nilai impor dipicu impor kendaraan bermotor listrik, khususnya skuter listrik dan moped listrik. Begitu pula dengan permintaan mobil konvensional.

Menanggapi tingginya angka impor, terutama kendaraan listrik, Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam mengingatkan pemerintah untuk mendorong pabrikan pembuat kendaraan tersebut untuk berinvestasi dan berproduksi di Indonesia.

Adapun pabrikan mobil yang membukukan ekspor mobil CBU terbanyak sepanjang Januari – Oktober adalah Daihatsu. Jumlahnya bahkan jauh di atas Toyota, berikut datanya:

  • Daihatsu: 130.260 unit
  • Toyota: 112.508 unit
  • Mitsubishi: 52.407 unit
  • Suzuki: 41.332 unit
  • Hyundai: 34.701 unit (Data ini dikutip dari Gaikindo, 2022)

Baca Juga:

Laporan Manipulasi Data Uji Keselamatan Mobil

Sekadar informasi tambahan, bahwa di akhir tahun 2023, Daihatsu telah menerima hasil investigasi komite independen yang diketuai oleh Makoto Kaiami terkait penyimpangan prosedur yang kemudian dilaporkan ke Toyota Motor Corporation. Dari hasil investigasi tersebut ditemukan ada penyimpangan dalam 174 item dalam 25 kategori pengujian. Ini berbeda dari temuan sebelumnya yang terkait dengan penyimpangan pada lapisan pintu dan uji tabrakan samping.

Muhammad Syamsudin
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bawean, Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syariah (MES) PD DMI Kabupaten Gresik
Skip to content