elsamsi log

Menu

Pembiayaan Sindikasi Murabahah untuk Developer Perumahan

Pembiayaan Sindikasi Murabahah untuk Developer Perumahan

Kalau kita berbicara mengenai pembiayaan, maka ada 3 kemungkinan sumber pembiayaan itu diperoleh: (1) dari perbankan, (2) dari finance, dan (3) bukan dari bank dan bukan finance. 

Namun, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ketiganya itu diklasifikasi menjadi 2 kategori sumber saja, yaitu: (1) pembiayaan dari institusi perbankan, dan (2) pembiayaan non-bank (PNB). 

Untuk suatu maksud kegiatan produksi, pembiayaan ini bisa diidentifikasi sebagai: (1) pembiayaan mudlarabah, (2) murabahah, (3) musyarakah, (4) ijarah atau ju’alah, dan (5) wakalah. 

Kali ini, penulis akan mencoba menyampaikan ulasannya mengenai pembiayaan sindikasi murabahah. 

Takyif Fikih Pembiayaan Sindikasi Murabahah

Pembiayaan sindikasi, dicirikan oleh adanya banyak pemodal. Pengelolanya hanya 1, yaitu pemiliik proyek. Agar lebih mudahnya, berikut ini kita sajikan ilustrasinya!

“Ada sebuah proyek pengadaan barang yang ditawarkan ke Pak Ahmad. Proyek itu adalah mendirikan 1 unit rumah Tipe B, lengkap dengan tanah dan sertifikat rumahnya. Harga jual rumah nantinya adalah 1 M. Sementara itu Pak Ahmad, tidak punya modal sama sekali. Pak Ahmad membuat desain rumah itu, dan sudah disepakati bentuk serta ukurannya oleh pemesan. Ditaksir oleh Pak Ahmad, bahwa kebutuhan membangun rumah itu sampai selesai dan bisa diserahkan ke pemesan, adalah 300 juta. Jadi, ada laba kurang lebih 700 juta, dengan kisaran waktu bangun sekitar 3 bulan”

“Selanjutnya, Pak Ahmad mengajukan pembiayaan kepada perbankan untuk proyek itu. Pak Ahmad menyampaikan bahwa laba itu nanti akan dibagi berdua antara perbankan dengan Pak Ahmad. Pak Ahmad 50%, dan Perbankan 50%. Deal, dan sepakat.” 

“Uang yang dipergunakan oleh perbankan untuk membiayai proyeknya Pak Ahmad, sudah pasti diperoleh dari nasabah investasi (deposito). Jadi, ada beberapa dana nasabah (investor) yang digunakan, pastinya.”

Kesepakatan akad antara Pak Ahmad dengan Perbankan ini, disebut dengan kesepakatan murabahah. Nisbah bagi hasilnya adalah (50 : 50) yang ditentukan berdasar laba bersih yang akan di dapat. 

Obyek akad adalah pesan rakit unit rumah. Ditinjau dari perspektif Hanafiyah, akad ini masuk kelompok istishna’. Menurut kalangan Syafiiyah, akad ini masuk kelompok akad ijarah atau ju’alah. 

Kedudukan badan hukum perbankan sebagaimana yang terjadii pada akad di atas, adalah berlaku sebagai wakil para investor, yang terdiri dari nasabah deposito. 

Sebagai wakil, sudah pasti upah perbankan adalah diperoleh dari para investornya. Jika upah perbankan diperoleh dari pengelola, maka dana yang disalurkan ke pengelola, berubah menjadi akad riba qardly. Jadi, di sinilah peran itu harus bisa digarisbawahi. 

Sementara itu, kedudukan Pak Ahmad di dalam akad di atas adalah berlaku sebagai pengelola modal. Ia tidak mendapatkan upah. Ia hanya berhak atas bagi hasil keuntungan proyek saja.

Syarat dan Rukun

Itulah gambaran umum dari pembiayaan sindikasi murabahah. Alhasil, rukun dari pembiayaan sindikasii ini, adalah terdiri dari:

  1. Shighah akadnya adalah permodalan, qiradl atau murabahah
  2. Ada muta’aqidain, yang terdiri dari badan hukum pemodal dan 1 orang pengelola
  3. Ada obyek proyek, terdiri dari pesan rakit  1 unit rumah dengan harga serah ke pemesan sebesar 1 M, dan kebutuhan modal adalah 300 juta.

Ditinjau dari semua sisi akad istishna’, ijarah atau ju’alah, maka – secara umum – syarat sah dari akad ini, adalah:

  1. Obyek akadnya bisa diserahkan kepada pemesan
  2. Ada jatuh tempo penyerahan
  3. Harga dan karakteristik rumah sudah disepakati di depan
  4. Ada khiyar, yaitu opsi melanjutkan atau membatalkan pesanan. Khiyar ini merupakan syarat kamal bila ditinjau dari perspektif madzhab Hanafi. Lain halnya, menurut Madzhab Syafii, maka khiyar ini adalah menempati syarat sahnya akad karena illat mengeliminir gharar (spekulasi). 

Konsultasi Bisnis

Konsultasikan Plan Bisnis anda ke eL-Samsi Group Consulting & Planning. Pastikan bahwa plan bisnis anda sudah bergerak di atas rel dan ketentuan syara’! Awal perencanaan yang benar meniscayakan pendapatan yang halal dan berkah! Hubungi CP 082330698449, atau ke email: elsamsi2021@gmail.com! Negosiasikan dengan tim kami! Kami siap membantu anda melakukan telaah terhadap plan bisnis anda dan pendampingan sehingga sah dan sesuai dengan sistem bisnis syariah.

Muhammad Syamsudin

eL-Samsi Group Consulting & Planning bisnis berorientasi Bisnis Syariah. Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

%d blogger menyukai ini: