elsamsi log

Menu

Plan Bisnis Syariah Budidaya Penggemukan Kambing dengan Akad Bagi Hasil

Plan Bisnis Syariah Budidaya Penggemukan Kambing dengan Akad Bagi Hasil

Kambing merupakan salah satu hewan ternak yang mudah untuk dikembangbiakkan, Peternak tidak memerluukan keahlian khusus untuk melakukannya. Yang dibutuhkan hanya keuletan dan ketelatenan dalam menjalankan usaha berternak. 

Sumber pakan kambing sayur / pedaging terbilang cukup murah. Ada hijauan yang terdiri dari rumput gajah yang sangat mudah untuk ditanam dan dibiakkan. 

Pemasaran produk daging kambing pun juga sangat mudah dilakukan. Banyaknya pasar hewan ternak dan kebutuhan stok daging secara nasional, menjadikan kambing adalah salah satu dari sumber alternatif jalur peternakan intensif. Untuk itulah maka diperlukan langkah praktis pedoman usaha beternak. 

Namun, seiring kemudahan itu, salah satu hal terpenting dan dibutuhkan oleh masyarakat adalah apa langkah taktis dan praktis yang bisa dipedomani oleh masyarakat agar usaha peternakan yang dibangun sesuai dengan ajaran agama Islam. 

Sudah barang tentu, mekanisme ini tidak melibatkan peternakan pribadi. Di era modern sekarang ini, ada banyak pihak yang memiliki modal, akan tetapi tidak bisa menjalankannya seiring waktu dan kesibukan lainnya. Namun, di sisi lain, ada sebagian masyarakat yang punya kelebihan waktu, namun minim modal. 

Sebenarnya pihak yang memiliki modal, inginnya sih bisa mengembangkan modalnya. Akan tetapi, dewasa ini sulit untuk menerapkannya seiring banyaknya kasus Investasi Bodong yang marak akhir-akhir ini. 

Nah, tulisan ini disusun dengan scope wilayah usaha tidak lebih dari jarak masafatu al-qashri (jarak qashar shalat). Baik investor maupun pihak petani / peternak adalah terdiri dari orang-orang yang saling mengenal satu sama lain. Di sini, tulisan ini penting untuk dicerrmati dan digarisbawahi agar masyarakat tidak jatuh dalam lubang yang sama, yaitu investasi bodong. 

Plan Bisnis Budidaya Penggemukan 

Langkah ini sudah pasti akan melewati prosedur berikut:

  1. Membeli kambing dengan kisaran usia 2 bulan atau kambing yang kurus
  2. Kambing akan dibudidayakan dalam peternakan selama kurang lebih 7 bulan
  3. Kambing akan diberi perawatan dan perlakuan khusus untuk penggemukan. Misalnya, dengan pemberian konsentrat, obat-obatan untuk menjaga kesehatan, dan atau pakan hijauan
  4. Kambing akan dijual setelah tercapai usia 7 bulan. Penjualan bisa dilakukan oleh peternak atau investor sesuai kesepakatan
  5. Kandang kambing disediakan oleh peternak

Penawaran Bisnis

  1. Peternak menyampaikan profil peternakan
  2. Kebutuhan alokasi biaya untuk membeli bibit kambing yang akan digemukkan
  3. Taksiran kebutuhan alokasi biaya untuk obat, listrik dan pakan kambing / konsentrat
  4. Taksiran masa kambing sudah bisa dijual dan dilepaskan ke pasaran
  5. Taksiran keuntungan dan kesepakatan bagi hasil dengan investor
  6. Pemilihan jenis kambing yang mudah untuk digemukkan dan penghasil kualitas daging yang prima

Investor dan Wakil Investor

Wakil investor bertindak sebagai layaknya investor. Tugas-tugas yang diperlukan, adalah:

  1. Melakukan survey kelayakan kandang
  2. Memperhatikan sanitasi dan saluran pembuangan feses atau kotoran kambing
  3. Survey secara rutin terhadap kondisi peternakan bersama dokter hewan
  4. Mencari link guna memudahkan pemasaran hasil akhir produk peternakan. Misalnya melakukan akad kerjasama dengan pihak restoran yang membutuhkan stock ready daging kambing. 
  5. Semua pengeluaran yang berhubungan dengan menambah kualitas produksi, dimasukkan dalam bagian ongkos produksi

Penghitungan Untung Rugi dari Peternakan Kambing

Pada saat panen tiba, langkah selanjutnya adalah penghitungan untung rugi pengelolaan kambing. Keuntungan usaha penggemukan kambing dapat dihitung melalui beberapa poin sebagai berikut:

  1. Besaran modal yang digunakan untuk membeli bibit kambing
  2. Utang yang berkaitan dengan usaha meningkatkan kualitas daging kambing
  3. Selisih antara hasil penjualan kambing dikurangi dengan besaran modal untuk membeli bibit dan utang yang berkaitan dengan penggemukan kambing. Selisih ini selanjutnya disebut dengan laba produksi
  4. Melakukan bagi hasil dengan rumus penghitungan sesuai dengan kesepakatan yang telah dilakukan antara investor dan mudlarib (peternak) menurut laba / selisih biaya produksi. 

Catatan:

  1. Scope plan bisnis ini hanya berlaku untuk batas wilayah maksimal masafatu al-qashri
  2. Antara investor dan mudlarib adalah pihak yang saling mengenal satu sama lain
  3. Kedua batasan di atas tidak berlaku mutlak, melainkan sebagai acuan bagi keamanan modal investor

Ditulis Oleh: Muhammad Syamsudin (Direktur eL-Samsi)

Konsultasi Rancang Bangun Plan Bisnis Syari’ah bisa disimak pada bagian bawah dari halaman ini!

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

%d blogger menyukai ini: