el-samsi-logo
Edit Content
elsamsi log

Media ini dihidupi oleh jaringan peneliti dan pemerhati kajian ekonomi syariah serta para santri pegiat Bahtsul Masail dan Komunitas Kajian Fikih Terapan (KFT)

Anda Ingin Donasi ?

BRI – 7415-010-0539-9535 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Komunitas eL-Samsi : Sharia’s Transaction Watch

Bank Jatim: 0362227321 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Pengembangan “Perpustakaan Santri Mahasiswa” Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri – P. Bawean, Sangkapura, Kabupaten Gresik, 61181

Hubungi Kami :

Napak Tilas Cryptocurrency

Fakta tentang Cryptocurrency

Sesuai dengan namanya, bahwa yang dimaksud sebagai cryptocurrency, adalah satuan mata uang yang dibangun dengan bahan dasar berupa sandi kriptografi yang dienkripsi. Mata uang ini bersifat decentralized sehingga berbeda dengan mata uang fisik (currency) suatu negara yang centralized. Cryptocurrency dibangun dalam suatu rantai blok (blockchain) dan diedarkan secara peer to peer, personal ke personal (P2P). (Baca: Tahqiq Aset yang Mendasari Cryptocurrency)

Proses produksi cryptocurrency dilakukan dengan jalan menambang (mining). Semua pihak yang memiliki alat dengan spesifikasi tertentu (minner), maka ia bisa melakukan penambangan. Dan setiap kriptografi yang berhasil ditambang serta sesuai dengan jenis kriptografi yang diterbitkan oleh platform tertentu, selanjutnya diamankan dalam suatu rantai blok (blockchain) yang terenkripsi.  (Baca: Uang, Emas, Cryptocurrency dan Kriptografi)

Pertanyaannya, adalah siapa yang membuat alat tambang dengan jenis tertentu itu? Siapa yang menetapkan kriteria bahwa kriptografi tertentu adalah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh platform tertentu? Misalnya, kriptografi jenis A adalah sesuai dengan kriptografinya Bitcoin, atau Altcoin, Dogecoin, dan lain sebagainya. Siapa validator atau regulator yang menetapkannya? 

Baca: Kajian Fikih; Termasuk Harta Apakah Cryptocurrency itu?

Adanya kriteria kriptografi yang dibutuhkan oleh platform tertentu, menandakan adanya pihak yang seharusnya berlaku sebagai regulator. Namun, pihak ini tidak muncul ke publik. Meski demikian, anehnya ada pihak yang bisa menawarkan miner plus chipset-nya. Tidak mungkin di dalam miner tersebut itu tidak ditanamkan chip tertentu guna menghasilkan kriptografi jenis tertentu. Sangat mustahil bisa mendapatkan produk dengan spesifikasi tertentu tanpa ada keterlibatan chipset yang ditanam dan telah diprogram dengan rumus tertentu pula oleh inisiator yang selanjutnya berstatus sebagai anonim.. 

Uniknya lagi, ketika telah didapatkan material kriptografi yang dibutuhkan, pihak yang menyebarkan alat tambang dan pembuat chip yang sudah dilengkapi dengan formula tertentu ini tidak mahu membelinya sebagai upah (ujrah atau ju’lu) bagi penambang. Alih-alih membeli, bahkan mereka menyuruh agar menawarkan produk yang terbentuk dijual di bursa crypto (exchange counter). Alhasil, tindakan ini seolah menyerupai tindakan orang yang menyuruh bekerja akan tetapi upahnya disuruh meminta kepada orang lain dengan atas nama jual beli di bursa crypto. Dengan demikian, akad yang berlaku berubah menjadi akad hiwalah fasidah karena pihak pembeli tidak punya ikatan utang-piutang dengan penyuruh sehingga transaksinya disebut sebagai transaksi ma’dum (fiktif). 

Cita-Cita Awal Cryptocurrency diperkenalkan

Sejak awal diperkenalkan, cryptocurrency diciptakan dalam rangka sebagai alat tukar / mata uang. Dan itu tidak dapat dipungkiri seiring nama yang disematkan adalah berlaku sebagai currency (satuan mata uang). Menjadikannya mata uang, mendapat banyak tentangan dari berbagai negara mengingat sejarah mencatat bahwa mata uang hanya bisa diterbitkan oleh badan hukum yang diberikan hak oleh negara untuk melakukan pencetakan mata uang sehingga bersifat tersentralisasi. Baca: Kajian Fikih: Bursa Cryptocurrency Ajang Pencucian Uang

Namun, dengan pengenalan cryptocurrency, hak penerbitan mata uang hendak diserahkan kepada individu-individu dalam jaringan (peer to peer) dan terikat dalam suatu rantai blok (blockchain), sehingga bersifat terdesentralisasi (desentralized). Hal ini sudah barang tentu akan mengundang kekacauan dalam sistem ekonomi masyarakat, tidak hanya di scope nasional, melainkan juga scope global. Penyebabnya, adalah karena sulitnya menetapkan nilai ganti rugi dan standar alat pertukaran dikarenakan banyaknya satuan mata uang dan seluruhnya bersifat tidak stabil.

Mata uang merupakan cerminan harga-harga, sebagai alat pembayar ganti rugi, medium of exchange, dan berfungsi sebagai penyimpan nilai. Selaku penyimpan harga, maka karakteristik yang harus dipenuhi oleh sebuah mata uang, adalah harus memiliki nilai yang stabil dan tidak rentan mengalami fluktuasi.

مجلة البيان للبرقوقي ٤/‏٨٨ — البرقوقي (ت ١٣٦٣)

ومبلغ القول أن شروط النقد كلها تنحصر في شيء واحد وهو الاعتدال وعدم الميل إلى الهوى والغلو في الثناء أو الهجاء

Berangkat dari ibarat di atas ini, maka syarat yang tidak bisa dipenuhi oleh cryptocurrency sebagai mata uang, adalah stabilitas nilainya tersebut. Ketidakstabilan nilai ini menjadikan cryptocurrency rawan disalahgunakan oleh para spekulan sebagai instrumen melakukan spekulasi. Akibat langsung dari aksi spekulasi ini adalah dapat memicu jatuhnya nilai mata uang fisik sehingga berujung pada terjadinya krisis. Krisis terjadi seiring ketiadaan ganti bagi mata uang tersebut berupa barang yang ada fisiknya dan bisa ditukar lagi secara cepat saat dibutuhkan. Baca: Cryptocurrency Haram, Otomatis Bursanya Juga Haram

Stabilisasi Nilai Cryptocurrency

Menyadari nilai cryptocurrency sebagai yang sulit untuk stabil (unstable) sehingga tidak memenuhi syarat dijadikan sebagai mata uang, maka langkah yang ditempuh untuk menanganinya oleh para pelaku bisnis crypto adalah berusaha menerbitkan cryptocurrency dengan nilai yang sudah dipatok. Cryptocurrency jenis ini selanjutnya disebut sebagai stablecoin

Langkah untuk membentuk stablecoin ini mereka lakukan dengan jalan mengikatkan cryptocurrency dengan aset fisik tertentu atau cryptocurrency yang lain dari jenis yang berbeda. Setidaknya, terdapat 3 macam stablecoin yang saat ini telah beredar, yaitu:

  1. Stablecoin dengan underlying asset yang terdiri atas satuan mata uang fiat, misalnya adalah USDT, USDC, dan sejenisnya. Di Indonesia, diperkenalkan IDRT, yaitu Cryptocurrency dari platform Theter dengan underlying asset berupa mata uang rupiah. 
  2. Stablecoin dengan underlying asset yang terdiri atas logam mulia. Contoh dari cryptocurrency jenis ini adalah PAX Gold (PAXG) dan XAUT. XAUT adalah cryptocurency dari Platform Theter dengan underlying asset terdiri atas emas. 
  3. Stablecoin dengan jaminan berupa mata uang crypto lain. Misalnya, adalah DAI yang diterbitkan oleh MakerDAO di Platform Ethereum (ETH).

Kesimpulan

Cryptocurrency merupakan entitas yang sejak awal diperkenalkannya memiliki tujuan dasar sebagai mata uang yang terdesentralisasi, antitesa dari mata uang yang diterbitkan oleh negara yang tersentralisasi. Ketika cryptocurrency tidak bisa diakui sebagai mata uang, maka beberapa otoritas lembaga berusaha menjadikannya sebagai aset. Sebagai aset, cryptocurrency ternyata masih sulit untuk diterima sebab aset dalam produk niaga meniscayakan terjadi dari benda fisik. Sementara itu, upaya mendapatkan cryptocurrency harus dilakukan dengan menggunakan jaringan komputer yang besar dan dilengkapi dengan chip khusus yang sudah diisi dengan rumus atau formula tertentu guna memproduksinya.

Secara teori produksi, cryptocurrency belum bisa dijadikan sebagia produk, sebab pihak yang membuat proyek rumus atas nama platform crypto pun tidak mahu membelinya. Alhasil, untuk mencairkan upahnya si penambang, ia disuruh menjual ke pihak lain. Di sinilah terjadi praktek hiwalah fasidah, sehingga menempatkan aset kripto itu sebagai aset fiktif (ma’dum).

Bagaimanakah mensyariahkan produk crypto di atas? Jawaban dari pertanyaan ini sudah barang tentu membutuhkan ulasan lebih lanjut.

Muhammad Syamsudin
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bawean, Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syariah (MES) PD DMI Kabupaten Gresik

Tinggalkan Balasan

Skip to content