elsamsi log

Menu

Belajar Akuntansi Syariah, Kenali Prinsip Dasarnya!

Belajar Akuntansi Syariah, Kenali Prinsip Dasarnya!

Tujuan dari dari akuntansi konvensional, adalah untuk mengatur, melacak, mengawasi, dan mencatat jalannya aliran keuangan perusahaan atau organisasi. Sistem pelacakan ini bisa dalam bentuk catatan yang berbasis manual, atau bahkan berbasis komputerisasi. Input data akuntansi adalah catatan keluar masuk barang dan uang yang dapat berpengaruh terhadap total kekayaan suatu badan usaha. 

Namun, tahukah anda bahwa dalam akuntansi syariah, basic akuntansi itu sama sekali berbeda dengan basic akuntansi konvensional? Basic akuntansi syariah, adalah justru berfungsi melacak kewajiban dasar syara’ atas suatu harta kekayaan. Apa saja item kewajiban dasar itu?

Tujuan Akuntansi Syariah

Tujuan utama akuntansi syariah dalam semua jenis kegiatan usaha masyarakat muslim, adalah: untuk mengetahui semua kewajiban individual atau badan hukum syariah yang harus ditunaikan oleh seorang pengusaha atau sebuah kegiatan niaga atau kongsi perniagaan yang dilakukannya.

Kewajiban Muslim dalam Niaga

Ada beberapa item yang menjadi kewajiban dasar seorang muslim dan include di dalam suatu perniagaan, yaitu: 

  1. Zakat
  2. Utang
  3. Gaji Karyawan dan Ongkos Sewa 

Zakat dalam Islam hanya ada 5, yaitu:

  1. Ternak gembala
  2. Zuru’ (makanan pokok dari kelompok biji-bijian)
  3. Tsimar (Anggur dan Kurma)
  4. Dzahab, Fidllah, Atsman
  5. al-Tijarah

Semua jenis usaha yang tidak masuk dalam 4 zakat pokok yang pertama, adalah masuk kategori zakat tijarah. Jual Beli, Sewa menyewa, Syirkah, Qiradl / Mudlarabah, Musaqah, adalah termasuk bagian dari akad tijarah apabila ada niatan untuk:

  1. Tanmiyatu al-ra’si al-maal (pengembangan harta modal)
  2. Memutar harta, misalnya holding company
  3. Awal hitungan pembukuan, adalah ditandai saat modal tersebut mulai dibelanjakan urudl, yaitu komoditas perdagangan. 
  4. Akhir tutup buku, adalah 1 tahun periode buka buku.
  5. Standar minimal pengeluaran zakat adalah apabila tercapai nishab zakat, yang dikalibrasi berdasarkan harga emas seberat 78,5 gram. 

Item Dasar Akuntansi Syariah

Item dasar akuntansi syariah termuat di dalam rumus penghitungan zakat tijarah. Rumus tersebut sebagaimana tertuang di dalam ibarat berikut:

المعادلة الميَّسَرة لحساب الزكاة ومنها عروض التجارة حسب مقولة ميمون ابن مهران التي نصها (إذا حلّت عليك الزكاة فانظر ما عندك من نقد أو عَرْض للبيع فقومه قيمة النقد، وما كان من دين في ملاءة فاحسبه، ثم اطرح منه ما كان من دين ثم زكّ ما بقي) والمعادلة هي الزكاة الواجبة = (عروض التجارة + النقود + الديون المرجوة على الغير – الديون التي على التاجر) × نسبة الزكاة حسب الحول القمري ٢.٥% أو حسب الحول الشمسي ٢،٥٧٧%.

Secara tegas, di dalam penjelasan di atas, maka yang dimaksud dengan item zakat tijarah adalah meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Urudl al-Tijarah (Total harta tijarah yang masih ada dalam bentuk barang dagangan = Aset yang diperdagangkan)
  2. Al-Nuqud = Uang yang tersimpan dari hasil transaksi tijarah (laba + hasil penjualan – Kebutuhan Privasi)
  3. Al-Duyun al-Marjuwwah ala al-Ghair (Utang yang wajib ditunaikan oleh orang lain dan beraifat menambah urudl)
  4. Al-Duyun al-Marjuwwah ala al-Tajir (utang yang wajib ditunaikan oleh pengusaha dan bersifat mengurangi urudl)

Semua harta ini wajib dihitung (di-taqwim) sebelum dilakukannya taqsim (pembagian sisa hasil usaha / deviden) antara pihak rabbu al-maal (pemodal) dan ‘amil qiradl (pelaksana / pengelola), atau antar mitra dari akad kemitraan (syirkah). 

Dalil Landasan Akuntansi Syariah

Beberapa dalil landasan akuntansi syariah, adalah:

  1. Adanya larangan dari Baginda Nabi untuk memisah harta guna menghindari kewajiban penunaian zakat setelah tercapai nishab zakat dan haul.
  2. Larangan mengikuti bisnis yang tidak bisa dipertanggungjawabkan (dlaman). Turunan dari dalil kedua ini adalah larangan mengikuti bisnis yang tidak tercover (kafalah).  
  3. Hak utama yang harus ditunaikan atas nama harta adalah zakatnya

Ditulis oleh: Muhammad Syamsudin (Direltur eL-Samsi). Peneliti Bidang Ekonomi Syariah – Aswaja NU Center PWNU Jatim

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

%d blogger menyukai ini: