elsamsi log

Menu

Problematika Daging Ayam Impor dari Brasil dan Kehalalan Produk

Problematika Daging Ayam Impor dari Brasil dan Kehalalan Produk

Dilansir dari harian bisnis dot com, bahwa Kementerian Perdagangan telah merilis adanya fenomena yang tidak bisa dihindari berupa akan hadirnya produk berupa daging ayam impor ke dalam negeri yang berasal dari negara-negara yang bisa memproduksi dengan harga lebih murah seperti Brasil. Jika hal ini benar-benar terjadi, maka ada beberapa permasalahan urgen yang harus dipecahkan terkait dengan kehalalan produk. Memang hal ini belum terjadi. Namun tidak ada salahnya kita mengkaji permasalahan kehalalan produk tersebut, seiring hal itu besar kemungkinan akan terjadi.

Disinyair, bahwa kendala impor daging ayam Brasil untuk masuk ke Indonesia ini, diinformasikan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra, hanyalah terhadang persoalan faktor pembahasan sisi kepatuhan atas putusan Dispute Settlement Body (DSB) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Alhasil, jika kendala ini sudah bisa teratasi, maka tak bisa dibendung lagi, bahwa daging ayam impor itu sudah pasti akan masuk ke pasar Indonesia dan menjadi bagian dari konsumsi masyarakat Indonesia. 

Permasalahan rigid-nya, adalah: Indonesia ini dihuni oleh mayoritas Umat Islam yang harus terjamin sisi kehalalan produk daging impor tersebut. Kriteria kehalalan produk bagi Umat Islam, tidak hanya dicerminkan dari sisi jenis hewan yang hendak diimpor, semisal harus terdiri dari kelompok hewan halal, melainkan juga penyembelih serta cara penyembelihannya juga wajib memenuhi standart syar’i. Untuk itulah, maka penting kiranya untuk menelaah secara sekilas mengenai sosial, ekonomi, budaya dan agama dari masyarakat Brasil.

Sekilas tentang Brasil

Penduduk Brasil saat ini diperkirakan berjumlah 205.716.890 jiwa. Mayoritas agama yang dianut penduduk Brazil, adalah 74% terdiri dari agama Katolik Roma,15,4% menganut Kristen Protestan dan Sekitar 2,3 juta (1,3%) penduduknya menganut kepercayaann Spiritisme. Agama-agama lainnya adalah agama-agama tradisional Afrika, Yahudi, dan berbagai agama Asia seperti Budhisme dan Shinto. Hanya berkisar 28 ribu jiwa yang menganut agama Islam, atau sekitar 0,01% dari penduduk Brasil.

Produk Daging yang dipasarkan oleh Brasil

Brasil merupakan eksportir daging ayam terbesar kedua di dunia setelah Cina. Karena besarnya produksi unggas di negara ini, manjadikan negara tersebut harus mengekspor produknya ke luar negeri. 

Sebagaimana dilansir dari pemberitaan yang disampaikan oleh Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, daya saing ekspor Brazil di pasar negara tujuan ekspor lebih tinggi dibandingkan pesaing utamanya, yaitu Amerika Serikat (USA). Brazil berhasil secara lebih kreatif menciptakan diferensiasi produk.  

Brazil berhasil dalam menciptakan diferensiasi daging unggas yang disesuaikan dengan preferensi pelanggan, seperti misalnya produksi daging halal untuk melayani pasar Timur Tengah. Keberhasilan dalam diferensiasi produk juga memungkinkan Brazil untuk mempertahankan pangsa pasar yang kuat di negara-negara yang memiliki persyaratan produk yang sangat spesifik, seperti Jepang dan Arab Saudi. 

Diferensiasi produk Brazil juga membatasi persaingan langsung antara Brazil dan Amerika Serikat di negara tujuan ekspor karena Amerika Serikat selama ini bertumpu pada ekspor “unwanted surplus“ atau bagian “dark meat” yang standar.

Kehadiran perusahaan-perusahaan di Brazil yang berorientasi kepada ekspor sangat membantu dalam menciptakan komoditas dan produk olahan berbasis daging unggas. Perusahan-perusahaan kelas dunia tersebut mengkombinasikan keunggulan skala (economies of scale), keunggulan cakupan (economies of scope) dan inovasi tiada henti merupakan praktik-praktik terbaik untuk menghasilkan produksi daging ayam yang berbiaya rendah, kualitas yang terjamin di sepanjang rantai pasokan dan komoditas/produk yang beragam (product differentiation).

Selain itu, peningkatan daya saing ekspor broiler Brazil didukung oleh upaya otoritas Brazil untuk untuk mengurangi kekhawatiran konsumen atas aspek kesehatan dan kesejahteraan unggas Brazil di pasar global. Sebagai contoh, pemerintah Brazil menyatakan bahwa produksi unggas mereka dijamin bebas dari penyakit flu burung (AI).

Selain itu, pemerintah Brazil melarang penggunaan klorin dan “Pathogen Reduction Technologies”/PRTs lainnya dalam proses produksi ayam broiler. Klorin umum digunakan di AS. Hal ini tentu membantu meningkatkan daya saing ekspor Brazil ke Uni Eropa-27, di mana penggunaan PRTs dilarang. Rusia melarang impor daging ayam yang menggunakan klorin untuk membilas atau mencuci dalam proses produksi.

Garis Besar Produk Daging Ayam Brasil

Berdasarkan sumber-sumber informasi yang kredibel dan berhasil dihimpun oleh peneliti dalam hal ini, bisa ditarik adanya kesimpulan, bahwa:

  1. Produk daging ayam yang bakalan masuk ke pasar Indonesia jika permasalahan WTO itu selesai, adalah terdiri dari daging ayam olahan dan tidak dalam bentuk ayam yang masih hidup. 
  2. Mayoritas penduduk Brasil terdiri dari penduduk yang menganut agama Katolik dan Protestan, dengan menduduki komposisi 89,4%. 
  3. Sisanya, warga negara tersebut menganut Budhisme, Sinto, dan aliran kepercayaan, sebesar 10,59%
  4. Umat Islam yang hidup di wilayah tersebut menduduki komposisi buncit sebesar 0.01%. 

Permasalahan fikihnya, adalah: halalkah produk yang diimpor dari Brasil tersebut? Simak ulasannya di tulisan berikutnya!!

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

1 Comment

Avarage Rating:
  • 0 / 10

Tinggalkan Balasan