elsamsi log

Menu

Proposal Start Up Hub Pertanian Syariah

Proposal Start Up Hub Pertanian Syariah

Indonesia merupakan negara agraris. Sebagian besar penduduknya hidup tergantung dari mata pencaharian bercocok tanam / bertani. 

Ironisnya, ada permasalahan yang dihadapi oleh sejumlah petani. Permasalahan itu merupakan permasalahan klasik dan secara terus-menerus dialami oleh mereka tanpa bisa lepas dari jeratnya. 

Pertama, kebutuhan modal pertanian. Masalah ini biasanya terjadi saat para petani mulai memasuki musim tanam. Kebutuhan yang dihadapi petani, biasanya, adalah:

  1. Biaya pengolahan lahan yang meliputi pembajakan, pembubunan dan pupuk kompos
  2. Biaya penyediaan bibit, mulsa dan penyemaian
  3. Modal usaha untuk memasukkan tanaman ke lahan
  4. Moodal usaha untuk pemupukan starter pertumbuhan tanaman dan sekaligus insektisida perawatan
  5. Kebutuhan penyediaan ajir dan seler (tali) pancang

Kedua, kebutuhan jelang musim panen. Kebutuhan ini biasanya meliputi:

  1. Biaya pemupukan tahap memperbanyak bunga dan buah serta menjaga kualitasnya yang biasanya ditangani dengan penyediaan pupuk NPK buah, atau Pupuk Nitrogen Phospate dan KCL
  2. Biaya perawatan tanaman dari serangan penyakit jamur dan serangga yang biasanya ditangani dengan aplikasi insektisida dan fungisida demolish 

Ketiga, kebutuhan pasca panen. Kebutuhan ini biasanya meliputi:

  1. Upaya menjaga kualitas hasil panen 
  2. Penyortiran dan pengepakan
  3. Pengiriman dan penjualan

Problem Petani

Problem petani biasanya terjadi pada tiga kisaran hal tersebut. Yang paling urgen dari itu semua adalah kebutuhan penanganan pasca panen berupa pemasaran hasil panen. 

Umumnya petani kalah dalam harga di pasaran disebabkan berkumpulnya tempat pemasaran di satu titik lokasi pasar saja. Akibatnya, terjadi persaingan harga yang tdak sehat, disebabkan masuknya beberapa pedagang besar yang bisa mempermainkan harga. 

Keluhan Petani

Beberapa keluhan petani yang biasa disampaikan, adalah:

  1. Hasil panen banyak, namun harga jatuh di pasaran 
  2. Hasil panen sedikit, harga naik di pasaran
  3. Tidak imbang antara biaya perawatan dengan hasil penjualan

Kebutuhan Solusi 

Ada beberapa solusi yang dibutuhkan oleh para petani, antara lain:

  1. Ketersediiaan mitra permodalan
  2. Ketersediaan teknologi pertanian yang memperkecil kebutuhan pupuk dan pestisida sintetik
  3. Diversifikasi pasar

Ketiga hal ini, membutuhkan peran serta masyarakat dan para praktisi teknologi pertanian dan substitusi penggunaan teknologi informasi yang bergerak dalam bidang:

  1. Penyediaan mitra kerjasama permodalan lewat akad kemitraan berbasis syariah
  2. Penyediaan teknologi pertanian modern yang bisa memodifikasi lingkungan areal pertanian
  3. Kebutuhan teknologi informasi yang menyediakan pasar baru bagi hasil pertanian

Proposal ini kami tujukan kepada segenap para enterpreneur muda yang memiliki kepedulian terhadap pengusaha, petani dan semua pihak yang memiliki basic  pengetahuan dalam lingkup 3 ruang kebutuhan di atas. 

Bagi yang berminat, bisa mengajukan aplikasi dan menghubungi email redaksi el-samsi dengan alamat elsamsi2021@gmail.com

Cantumkan:

  1. Nama dan lamat lengkap
  2. Email atau contact yang mudah dihubungi, dan 
  3. Tuliskan minat anda secara singkat tentang salah satu dari tiga cara mengatasi masalah pertanian di atas. 
  4. Tuliskan minat anda secara singkat tentang memasyarakatkan bisnis berorientasi syariah

Kami tunggu aplikasi anda! Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadlan 1443 H. 

Muhammad Syamsudin

eL-Samsi Group: Consulting & Planning Business berorientasi Syariah. Peneliti Bidang Ekonomi Syariah – Aswaja NU Center PWNU Jawa TImur. CP: 082330698449

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

%d blogger menyukai ini: