el-samsi-logo
Edit Content
elsamsi log

Media ini dihidupi oleh jaringan peneliti dan pemerhati kajian ekonomi syariah serta para santri pegiat Bahtsul Masail dan Komunitas Kajian Fikih Terapan (KFT)

Anda Ingin Donasi ?

BRI – 7415-010-0539-9535 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Komunitas eL-Samsi : Sharia’s Transaction Watch

Bank Jatim: 0362227321 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Pengembangan “Perpustakaan Santri Mahasiswa” Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri – P. Bawean, Sangkapura, Kabupaten Gresik, 61181

Hubungi Kami :

Secara umum, ada 4 tujuan yang ingin dicapai oleh nasabah ketika mengajukan akad pembiayaan pada LKS, BMT, atau Koperasi, yaitu:

  1. Nasabah ingin mendapatkan barang
  2. Nasabah ingin mendapatkan uang tunai
  3. Nasabah ingin mengajukan rescheduling / pendajadwalan ulang terhadap pembiayaannya yang lama dan belum dilunasi
  4. Nasabah ingin mengajukan take over atas pembiayaannya dari lembaga satu ke pihak koperasi bersangkutan, atau sebaliknya dari koperasi ke lembaga lain

Yang hendak dibahas di tulisan ini, adalah adalah prosedur pembiayaan untuk nasabah yang ingin mendapatkan barang. Tulisan ini secara tidak langsung juga merupakan jawaban dalam bentuk solusi untuk masalah kesalahan prosedur pembiayaan murabahah sebagaimana yang disampaikan oleh penanya pada rubrik konsultasi muamalah tempo hari. Anda bisa merujuk linknya di sini: Problem Prosedural Koperasi Karyawan dalam Penyelenggaraan Dana Talangan untuk Anggotanya – El-Samsi

Satu catatan, bahwa apabila pihak koperasi berhadapan dengan nasabah yang ingin mendapatkan barang, maka prosedur akad yang dipergunakan dalam hal ini adalah akad al-Wakalah fi al-Murabahah. Prosedural dari akad ini, adalah sebagai berikut:

Laman: 1 2

Muhammad Syamsudin
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bawean, Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syariah (MES) PD DMI Kabupaten Gresik

Tinggalkan Balasan

Skip to content