elsamsi log

Menu

Sisi Lain Dampak Perang Rusia-Ukraina terhadap Lonjakan Penjualan Electric Vehicle (EV)

Sisi Lain Dampak Perang Rusia-Ukraina terhadap Lonjakan Penjualan Electric Vehicle (EV)

Perang Rusia-Ukraina telah melahirkan sejumlah permasalahan bagi negara-negara di dunia. Salah satu permasalahan itu adalah kenaikan harga minyak dunia. 

Tidak hanya bagi negara NATO yang dikomandani oleh Amerika Serikat dan Masyarakat Eropa, akan tetapi juga merembet ke negara-negara di wilayah Asia, termasuk Indonesia. 

Gelombang resesi terjadi dalam wujud terdepresinya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika karena kenaikan suku bunga The Fed, dan harga BBM yang sudah diwacanakan akan diberlakukan pada Pertalite. Sudah barang tentu, bahwa kenaikan ini akan meluas ke sejumlah harga 9 bahan pokok masyarakat dan beberapa barang konsumsi publik. 

Semua itu adalah dipicu karena blokade minyak Rusia yang menguasai 25% minyak dunia. Tidak berhenti sampai di situ, batu bara Rusia juga turut menyumbang percepatan resesi dunia. 

Karena hal inilah, maka timbul pemikiran dari para negara-negara penguasa teknologi yang terpengaruh oleh pasokan minyak itu, dan menyatakan berseteru dengan Rusia secara nyata, untuk mencari jalan keluar dari problem minyak dan bahan bakar fosil. Salah satunya, adalah optimalisasi dan percepatan penggunaan energi baru dan terbarukan (renewable resource). 

Pasokan alam yang tak terbatas dan terdiri dari matahari, angin dan air menjadi sasaran optimalisasi teknologi. 

Terhitung sejak bulan Maret 2022, tren peralihan  sudah mulai tampak terjadi di Amerika. Bloomberg melaporkan bahwa per Maret 2022, beberapa pembeli yang terdiri dari orang kaya telah beralih ke teknologi EV (electric vehicle). Dan tren ini mulai terasa peningkatannya di sejumlah negara, yang disertai dengan beberapa alternatif pilihan model EV sesuai dengan kelas ekonomi masyarakat. 

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

%d blogger menyukai ini: