el-samsi-logo
Edit Content
elsamsi log

Media ini dihidupi oleh jaringan peneliti dan pemerhati kajian ekonomi syariah serta para santri pegiat Bahtsul Masail dan Komunitas Kajian Fikih Terapan (KFT)

Anda Ingin Donasi ?

BRI – 7415-010-0539-9535 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Komunitas eL-Samsi : Sharia’s Transaction Watch

Bank Jatim: 0362227321 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Pengembangan “Perpustakaan Santri Mahasiswa” Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri – P. Bawean, Sangkapura, Kabupaten Gresik, 61181

Hubungi Kami :

Png 20220827 220225 0000

Perang Rusia-Ukraina telah melahirkan sejumlah permasalahan bagi negara-negara di dunia. Salah satu permasalahan itu adalah kenaikan harga minyak dunia. 

Tidak hanya bagi negara NATO yang dikomandani oleh Amerika Serikat dan Masyarakat Eropa, akan tetapi juga merembet ke negara-negara di wilayah Asia, termasuk Indonesia. 

Gelombang resesi terjadi dalam wujud terdepresinya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika karena kenaikan suku bunga The Fed, dan harga BBM yang sudah diwacanakan akan diberlakukan pada Pertalite. Sudah barang tentu, bahwa kenaikan ini akan meluas ke sejumlah harga 9 bahan pokok masyarakat dan beberapa barang konsumsi publik. 

Semua itu adalah dipicu karena blokade minyak Rusia yang menguasai 25% minyak dunia. Tidak berhenti sampai di situ, batu bara Rusia juga turut menyumbang percepatan resesi dunia. 

Karena hal inilah, maka timbul pemikiran dari para negara-negara penguasa teknologi yang terpengaruh oleh pasokan minyak itu, dan menyatakan berseteru dengan Rusia secara nyata, untuk mencari jalan keluar dari problem minyak dan bahan bakar fosil. Salah satunya, adalah optimalisasi dan percepatan penggunaan energi baru dan terbarukan (renewable resource). 

Pasokan alam yang tak terbatas dan terdiri dari matahari, angin dan air menjadi sasaran optimalisasi teknologi. 

Terhitung sejak bulan Maret 2022, tren peralihan  sudah mulai tampak terjadi di Amerika. Bloomberg melaporkan bahwa per Maret 2022, beberapa pembeli yang terdiri dari orang kaya telah beralih ke teknologi EV (electric vehicle). Dan tren ini mulai terasa peningkatannya di sejumlah negara, yang disertai dengan beberapa alternatif pilihan model EV sesuai dengan kelas ekonomi masyarakat. 

Muhammad Syamsudin
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bawean, Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syariah (MES) PD DMI Kabupaten Gresik

Tinggalkan Balasan

Skip to content