el-samsi-logo
Edit Content
elsamsi log

Media ini dihidupi oleh jaringan peneliti dan pemerhati kajian ekonomi syariah serta para santri pegiat Bahtsul Masail dan Komunitas Kajian Fikih Terapan (KFT)

Anda Ingin Donasi ?

BRI – 7415-010-0539-9535 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Komunitas eL-Samsi : Sharia’s Transaction Watch

Bank Jatim: 0362227321 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Pengembangan “Perpustakaan Santri Mahasiswa” Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri – P. Bawean, Sangkapura, Kabupaten Gresik, 61181

Hubungi Kami :

Images (45)

Seorang Investor kawakan Lo Kheng Hong yang saat ini tengah naik daun – dalam kesempatan acara podcast di kanal YouTube milik Hermanto Tanoko (Bos Cat Avian) ditanya mengenai pengalamannya dalam berinvestasi saham. Apakah ia pernah terpaksa cut loss (merugi)?

Jawabnya, tidak pernah (cut loss). Strategi yang dilakukannya adalah jika kondisi perusahaan pemilik saham itu jelek sekali, maka ia akan melepas saham. Namun, itu jarang ia lakukan. Demikian kilahnya. Hal itu terus ia lakukan semenjak berinvestasi di pasar saham mulai dari tahun 1989.

Lo Kheng Hong menegaskan bahwa dirinya hampir tidak pernah melakukan cut loss lantaran saham-saham yang ia beli adalah saham perusahaan yang bagus dengan valuasi murah. Jadi, ketika harga saham itu turun, ia tidak akan pernah cut loss

Bahkan, disampaikannya juga, bahwa ia justru akan menambah volume pembeliannya, dan membeli lagi lebih banyak. Kecuali ada indikasi ketidakjujuran dari manajemen yang ia ketahui sehingga laporan keuangannya begitu buruk, modalnya jadi negatif. Berdasar pertimbangan itu maka baru ia akan melepas sahamnya karena menurutnya sudah tidak ada harapan.

Hikmah apa yang bisa kita ambil dari hasil wawancara podcast ini? 

Jika menilik dari penjelasan Lo Kheng Hong di atas, strategi yang dilakukan ketika ia mengakuisisi sebuah saham perusahaan, adalah:

Pertama, ia akan melakukan analisa fundamental dari saham tersebut. Pola dari analisa fundamental ini sudah disampaikan oleh penulis dalam tulisan terdahulu tentang analisis fundamental. Anda bisa menyimaknya lagi di sini.  Analisis ini memang merupakan ciri dasar dari seorang investor sejati, sebagaimana ini merupakan hasil riset dari sobat peneliti di eL-Samsi Group. Anda juga bisa mengunjungi perbedaan antara investor dan trader, di sini. 

Kedua, sebelum memutuskan berinvestasi, ia sudah memperhatikan laporan keuangan, omset, penghasilan, laba rugi dan lain sebagainya. Hal itu juga yang menjadi pertimbangannya ketika hendak melego saham yang sudah diakuisisinya dan memilih berhenti dari berinvestasi pada perusahaan tertentu. 

Ketiga, seorang Lo Kheng Hong tidak pernah memperhatikan mengenai analisis tehnikal dan berspekulasi dengan saham lewat aksi trading harian. 

Itulah bagian dari tips berinvestasi saham ala Lo Kheng Hong. Jadi, ia membedakan diri antara berlaku sebagai scalper (trader) dan berlaku sebagai investor. 

Muhammad Syamsudin
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bawean, Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syariah (MES) PD DMI Kabupaten Gresik

Tinggalkan Balasan

Skip to content