el-samsi-logo
Edit Content
elsamsi log

Media ini dihidupi oleh jaringan peneliti dan pemerhati kajian ekonomi syariah serta para santri pegiat Bahtsul Masail dan Komunitas Kajian Fikih Terapan (KFT)

Anda Ingin Donasi ?

BRI – 7415-010-0539-9535 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Komunitas eL-Samsi : Sharia’s Transaction Watch

Bank Jatim: 0362227321 [SAMSUDIN]
– Peruntukan Donasi untuk Pengembangan “Perpustakaan Santri Mahasiswa” Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri – P. Bawean, Sangkapura, Kabupaten Gresik, 61181

Hubungi Kami :

Dua Mata Pisau Vtube 3.0 dan VIPlus My.Future

Ada 2 mata pisau yang menjadi cara developer Vtube dan VIPlus dalam melakukan pengelabuan terhadap calon member. Pertama lewat Vtube 3.0 dan kedua lewat Aplikasi VIPlus. 

Pengelabuan Lewat Vtube

Pada intinya untuk mendapatkan penghasilan, setiap anggota Vtuber harus berburu VP. Demikian halnya, untuk mengejar misi bintang, seorang Vtuber harus berburu VP. Perburuan VP bisa dilakukan dengan jalan misi reguler atau melakukan Fast track atau Flash Track. 

Berangkat dari sini, pada dasarnya member Vtube ini sudah tidak perlu lagi untuk melakukan megacopy dan bertransformasi ke VIPlus, dikarenakan perburuan VP lewat Vtube itu sendiri sudah mampu menghasilkan adanya entitas yang bisa dijualbelikan di exchange counter. 

Seseorang yang sudah berada di Bintang 4 Vtube (misalnya), setiap hari dia sudah menghasilkan sebanyak 32 VP dari menonton 10 video iklan. Bayangkan jika 1 bulan menonton video iklan! penghasilannya sudah berlibat menjadi 960 VP. Jika 1 VP bernilai 1 dolar, maka satu bulan, seorang member Vtube sudah menghasilkan sebanyak 960 dolar. Dan selama 40 hari, menghasilkan 1280 VP. Total Profit setelah ditambah dengan komisi referral dan dipotong biaya registrasi ulang sebanyak 1000 VP, tersisa 560 VP. Alhasil, dia mendapatkan penghasilan per 40 hari adalah senilai 560 USD (8.4 juta IDR) dari hasil menjual VP di exchange counter Vtube dan laku semua. 

Namun, karena satu alasan untuk menjadi anggota VIPlus, maka posisi orang yang sudah menduduki posisi bintang 4 di Vtube akan diterima sebagai Level Bintang 4 di Star Plus Mission VIPlus, dengan kepemilikan otomatis PP, adalah sebesar 5000 PP, di mana 1 PP dihargai senilai Rp. 2.710 rupiah untuk hitungan belanja dan 1000 rupiah untuk hitungan bonus. 

PP dari Vtuber termasuk kategori hitungan belanja sebab dia melakukan Konversi ke VIPlus. Alhasil, dengan konversi setelah melakukan Megacopy ini, kepemilikan aset PP dari Vtuber adalah setara dengan nilai 2710 x 5000 PP, sehingga total 13,55 juta rupiah. 

Padahal, untuk anggota VIPluser yang mengumpulkan PP dari aksi belanja produk Viboost, untuk satu kali belanja Viboost senilai 595.600 (harga member), dia hanya mendapatkan 231 PP. Untuk setara dengan anggota Vtuber yang telah konversi menjadi Bintang 4 VIPlus dengan kepemilikan 5000 PP, maka dibutuhkan kurang lebih 21 sampai dengan 22 kali aksi belanja. Alhasil, dia butuh dana sebesar 595.600 x 21 = 12.507.600. 

Realitas adanya konversi dari Vtube ke Viplus ini, dalam hemat Tim Peneliti, tidak dimaksudkan bahwa pihak VIPlus menjadi penjamin dari VP yang sudah ditransaksikan oleh Vtuber. Sejauh hal ini ditelusuri oleh Tim, Tim eL-Samsi tidak mendapati adanya relasi keterjaminan aset VP oleh VIPlus. Namun, uniknya, pihak VIPlus mahu menempatkan anggota Vtube pada posisi bintang yang sama. Ini mengindikasikan bahwa VIPlus adalah media sebagai sarana untuk melakukan tindak pidana pencucian uang saja. Alhasil, selain haram juga melanggar hukum dan perundangan.

Analisa Perilaku Vtuber dan ViPluser

Dengan mencermati alur bagaimana seorang Vtuber bisa bersalin rupa menjadi VIPluser, maka dalam analisa Tim Peneliti eL-Samsi, para Vtuber ini akan tetap bertahan di Vtubenya dan terus menjalankan misi menonton Video. Mengapa? Sebab dia bisa menikmati penghasilan menjual VP di Exchange Counter setiap 40 harinya sebesar 560 VP. 

Ini khususnya bagi pihak Vtuber yang belum yakin dengan skema bisnis di VIPlus, sebab perilaku mereka menjadi berubah, yaitu harus menjual barang. Manalagi harga barangnya mahal selangit, padahall hanya terdiri atas suplemen gizi atau kosmetik pula. Sementara di Vtube, di atas kasur pun mereka tinggal putar Video, lalu dapat poin. 

Alhasil, yang mereka kejar untuk mendapatkan penghasilan itu ada pada kisaran VP atau PP. Jika VP, maka mereka tetap join di Vtube Sementara jika PP, maka mereka melakukan konversi ke VIPlus. 

Jika terdiri atas PP, maka sejauh ini, PP merupakan poin, buah dari aksi belanja yang dijadikan sarat untuk penetapan level bintang di misi Star Plus Mission VIPlus dan kelak berpengaruh terhadap skema bagi hasil melalui komisi pasif poin referal. 

Informasi Pembanding

VP Vtube sejauh ini masih berstatus sebagai barang ma’dum. Alasannya adalah pekerjaan misi menonton video tidak digaji oleh Vtube, melainkan dibayar oleh member lain. Hukumnya secara tegas dinyatakan sebagai haram syar’an jaliyyan. 

Karena status ma’dumnya VP ini, maka secara tidak langsung, menggunakannya untuk melakukan akan berbasis mu’awadlah, hukumnya adalah haram. Walhasil, mengkonversi status bintang Vtube ke VIPLus melalui aksi Mega Copy, hukumnya juga haram syar’an jaliyyan disebabkan hal tersebut adalah termasuk perilaku gharar (penipuan). 

Karena Misi Star Plus Mission bisa ditebus lewat hasil akad muamalah yang bathil, maka secara tidak langsung status Star Plus Mission dan PP yang dipergunakan untuk sarat mendapatkan komisi referral VIPlus, hukumnya secara terang adalah haram karena illat gharar tersebut. 

Kesimpulan Hukum

Baik Vtube, maupun Viplus adalah dua aplikasi yang saling berkaitan. Praktik yang terjadi antara Vtube dan Viplus adalah saling dukung mendukung dalam perbuatan kebatilan. Viplus tidak bertindak selaku penjamin pencairan VP member Vtube, sehingga status ma’dumnya VP masih belum bisa dinasakh oleh adanya aplikasi VIPlus.  Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa VIPlus hanyalah sebuah pengalihan perhatian dari praktik haram Vtube. Besar diduga, bahwa VIPlus hanyalah merupakan sarana untuk melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) setelah melakukan praktik dan bisnis haram di Vtube.

Baca juga:

Membedah ViPlus, Reinkarnasi Vtube dan Skema Bisnisnya (Bag. 1) – El-Samsi (elsamsi.my.id)
Membedah ViPlus, Reinkarnasi Vtube (Bag. 2) – El-Samsi (elsamsi.my.id)
Membedah Viplus, Reinkarnasi Vtube (Bag. 3) – El-Samsi (elsamsi.my.id)
Membedah ViPlus reinkarnasi Vtube (Bag. 4) – El-Samsi (elsamsi.my.id)
Membedah VIPlus, Reinkarnasi Vtube (Bag. 5) – El-Samsi (elsamsi.my.id)


Muhammad Syamsudin (Direktur eL-Samsi / Lembaga Studi Akad Muamalah Syariah Indonesia, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah – Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur)

Muhammad Syamsudin
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bawean, Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syariah (MES) PD DMI Kabupaten Gresik

1 Comment

Avarage Rating:
  • 0 / 10

Tinggalkan Balasan

Skip to content