elsamsi log

Menu

Tips Mitigasi Risiko berinvestasi melalui Crowdfunding secara Syara’

Tips Mitigasi Risiko berinvestasi melalui Crowdfunding secara Syara’

Memutuskan diri untuk berinvestasi pada equity crowdfunding atau securities crowdfunding adalah sama artinya dengan kita telah menempatkan diri untuk menjadi bagian pelaku usaha. Dengan demikian, segala risiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha, adalah memungkinkan untuk terjadi pada diri kita dan modal kita. Untuk itulah, penting kiranya kita juga harus sadar dengan berbagai risiko tersebut sehingga kita bisa bertindak untuk lebih hati-hati dalam mengambil keputusan. Tindakan kehati-hatian ini kita kenal dengan istilah mitigasi risiko keuntungan dan kerugian. 

Berikut ini akan disampaikan beberapa mitigasi risiko yang harus tertanam dalam diri anda sebelum anda terjun ke dalam equity crowdfunding, securities crowdfunding, atau P2P lending. 

Mengenal Legalitas Penyelenggara Crowdfunding

Ada banyak lembaga crowdfunding di era kemajuan teknologi informasi saat ini. Dari kesekian lembaga tersebut, ada yang statusnya legal dan ada yang tidak legal. Ciri dari lembaga crowdfunding yang legal adalah adalah apabila lembaga tersebut diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan selaku penjamin transaksi, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) atau Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam). Peran semacam ini dikenal dalam fiqih sebagai peran al-tadakkhul fi al-milkiyyah (intervensi dalam kepemilikan)

Tujuan dari pengawasan ini sebenarnya adalah untuk memberi kepastian hukum kepada masyarakat bahwa perusahaan-perusahaan  emiten yang terdiri dari perusahaan rintasan (startup-startup) dan terdapat di dalam marketplace serta  dipasarkan oleh penyelenggara crowdfunding ini sebagai yang sah menerbitkan efek berupa saham, sukuk, reksadana atau opsi. 

Sebab, berdasarkan Peraturan OJK, setiap aksi penyelenggaraan pengumpulan dana masyarakat adalah wajib terdaftar dan diawasi oleh Satgas Waspada Investasi. Keterawasan emiten merupakan bagian dari langkah mitigasi risiko (tadlammun). Peran ini menjadi wajib ada, seiring akad penyerahan harta kepada pihak lain yang tidak dikenal, adalah harus ada penjaminnya, sebagai salah satu bagian dari pendekatan terhadap akad amanah. 

Tanpa legalitas startup dan terdaftar ini, dikhawatirkan pihak investor akan jatuh ke dalam aksi investasi fraud (bodong) sehingga dananya dibawa lari oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Terlebih lagi, legalitas emiten dan penyelenggara crowdfunding dapat berfungsi sebagai bukti untuk melakukan tuntutan hukum bilamana terjadi kasus persengketaan di belakang hari oleh investor. 

Jenis Lembaga Crowdfunding

Ada 2 jenis lembaga crowdfunding, yaitu ada konvensional dan ada syariah. Sudah barang tentu mekanisme yang diikuti oleh keduanya dalam bagi hasil keuntungan berbeda antara satu sama lain. Sistem konvensional cenderung memakai sistem bunga. Adapun lembaga crowdfunding syariah, memakai mekanisme bagi hasil yang memakai pendekatan secara syara’. Sejauh ini, dalam timbangan penulis, mengikuti crowdfunding yang memiliki akad dengan standarisasi kepatuhan syariah (sharia compliance) adalah dipandang lebih menyelamatkan dan terjaga kehalalannya. 

Kewajaran Untung- Rugi dalam Investasi

Karenaa equity crowdfunding dan securities crowdfundiing bisa dilaksanakan melalui mekanisme akad ijarah, qiradl, mudlarabah, syirkah / musyarakah, istishna dan salam, maka sudah pasti ada risiko bisnis yang mungkin saja terjadi kepada investornya sesuai dengan akad yang diambil. Beda akad, sudah pasti beda risiko, baik dari sisi besarnya maupun kecilnya risiko. Ada kemungkinan rugi, dan adapula kemungkinan untung. 

Yang terpenting adalah melakukan antisipasi dan mitigasi terhadap normalnya untung dan rugi tersebut. Mitigasi ini bisa diketahui melalui beberapa hal, antara lain:

  1. Legalitas penyelenggara dan emiten
  2. Tidak semata menawarkan profit dan janji penghasilan yang besar, akan tetapi lebih fokus kepada penyampaian informasi sejelas-jelasnya mengenai pelaksana proyek (UKM yang mengajukan penggalangan dana ke penyelenggara), profil perusahaan, 
  3. Adanya indikasi sebuah lembaga crowdfunding yang menawarkan besaran keuntungan yang tidak wajar, dan kelas-kelas penyertaan modal, menandakan ada kecondongan sesuatu dibalik janji itu semua. Kecondongan itu tidak lain adalah money game dengan dibalut crowdfunding

Mengenal Profil Perusahaan Tempat berinvestasi 

Maksud dari profil investasi ini, misalnya adalah anda ingin investasi di UKM yang bergerak di bidang properti. Mitigasi risiko yang hendaknya anda perhatikan, adalah:

  1. Properti dibangun dengan dana yang besar dan butuh waktu lama
  2. Perilaku konsumen terhadap properti biasanya ditengarai oleh lambatnya aksi jual dan beli. Menjual properti itu jauh lebih sulit dari menjual sembako, bukan?
  3. Membeli saham atau obligasi dengan underlying asset properti, cenderung pada macetnya dana dalam jangka waktu lama
  4. Karena kecondongan pada macetnya dana dalam jangka waktu lama, maka terkadang ada risiko pada liquiditas saham, yaitu harga beli saham jauh lebih tinggi dibanding harga jual. Akibatnya, capital gain yang didapatkan menjadi rendah atau bahkan rugi. Semua ini biasanya tergantung pada prospektus wilayah di mana properti itu berada dan dibangun oleh pengembang. 

Ini hanya sekedar catatan-catatan mengenai mitigasi terhadap profil investasi dalam bidang properti. Di lapangan, tidak selalu risiko di atas dialami oleh para investor. Bahkan terkadang jauh lebih berpotensi mendapatkan capital gain dari hasil penjualan saham yang tinggi, serta bagi hasil deviden untuk para investornya. 

Mengenal Jenis Efek

Secara umum, ada 3 efek yang umum dipasarkan oleh penyelenggara crowdfunding di pasar sekunder. Ketiganya itu adalah saham, sukuk (obligasi syariah) dan efek derivatif yang terdiri dari reksadana, opsi (put option dan call option), warant, right, dan sejenisnya. 

Dari ketiga efek ini, sudah barang tentu memiliki mekanisme pembagian hasil yang berbeda satu sama lain. Untuk saham, kita sudah jelaskan pada tulisan tentang syirkah musahamah beberapa waktu lalu. Demikian halnya dengan sukuk (obligasi syariah). Baca dan pahami risikonya. Untuk efek derivatif terkait dengan opsi, right, warant dan reksadana, kiranya akan kita kaji secara lebih spesifik mengenai akadnya dan risiko di lapangannya. Insyaallah. 

Demikianlah, tulisan ini ditujukan untuk sekedar berbagi tips berinvestasi melalui lembaga penyelenggara crowdfunding. Tulisan hanya memungut sisi pokok yang terpenting dan terkait dengan sisi syariah saja. Sebab, kehalalan pendapatan dan penghasilan serta perolehan keuntungan adalah fokus utama dalam diri seorang muslim. Rizki yang halal, sudah pasti terbebas dari perilaku memakan harta orang lain secara batil.

Di sisi lain, hal yang paling penting setelah memastikan kehalalan pendapatan yang mungkin didapat lewat investasi, adalah legalitas tempat melakukan urun dana. Memperhatikan legalitas, adalah sama dengan memperhatikan keterjaminan dan keamanan harta modal dari perilaku pihak yang tak bertanggung jawab yang memperkenalkan investasi bodong. Perhatian terhadap legalitas adalah sama dengan kepedulian untuk tidak menyia-nyiakan harta modal. Wallahu a’lam bi al-shawab

Muhammad Syamsudin

Direktur eL-Samsi dan Peneliti Bidang Ekonomi Syariah – Aswaja NU Center PWNU Jatim

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

2 Comments

Avarage Rating:
  • 0 / 10
%d blogger menyukai ini: