elsamsi log

Menu

Uang, Emas, Cryptocurrency dan Kriptografi

Uang, Emas, Cryptocurrency dan Kriptografi

Sebelum anda lebih jauh melangkah tentang hal ini, apakah anda sudah membaca tulisan sebelumnya tentang Uang dalam Kacamata Syariat? Jika belum, silahkan anda baca terlebih dulu, sebab tulisan yang disajikan dalam website ini adalah khusus cara pandang dari sisi fiqih. Dalam fikih, meniscayakan anda memahami ushul-nya (teori dasarnya) terlebih dulu, sebelum beranjak ke kajian cabangnya. 

Oke. Saya anggap, anda sudah membacanya. Selanjutnya mari kita kaji sebagaimana judul di atas, yaitu uang, emas dan cryptocurrency. Anda pasti berfikir dalam hal ini, yaitu apa hubungan cryptocurrency dengan uang dan emas? Sudah barang tentu, hubungannya sangat erat sekali. 

UANG DAN BAHAN BAKU UANG

Dinar dan dirham, merupakan native coin (koin asli). Ciri dasar dari dinar dan dirham, adalah ia terbuat dari bahan dasar berupa emas dan perak. Sudah fix, ya? 

Ketika uang beralih menjadi uang kertas, maka status uang kertas itu dalam kacamata fikih menempati kedudukan sebagai maal duyun (aset berjamin tagihan utang berupa emas). Apakah pemahaman anda sudah fixed juga? 

Oke, sekilas kita flashback ulang. Ketika uang dirupakan sebagai kertas, maka kertas itu esensinya adalah sebagai bukti penagihan terhadao suatu kepemilikan berupa emas yang terletak di suatu tempat penyimpanan. Karena uang kertas itu diterbitkan oleh negara, maka meniscayakan bahwa negara merupakan pihak yang menyediakan aset penjamin dari kertas itu berupa cadangan simpanan emas. Jadi, emas ini adalah berfungsi sebagai lindung nilai dari kertas yang disebut sebagai uang. Oke, fixed ya?

Jika sudah fixed, maka satu kesimpulan yang bisa kita tarik dan harus dijadikan pedoman, adalah: “bahwa setiap mata uang, senantiasa memiliki “bahan dasar” atau “aset penjamin.”” Tanpa “bahan dasar yang berharga (mutamawwal)”, dan tanpa “aset penjamin” (ma fi al-dzimmah), maka kertas itu tidak sah sebagai “alat tukar” alias “ma’dum” (fiktif).”

CRYPTOCURRENCY DAN WIFIQ

Cryptocurrency, berasal dari gabungan dua istilah, yaitu “cryptography” dan “currency”. Currency artinya satuan mata uang. Rupiah, Dolar, Rupee, ini semua adalah satuan mata uang. Dalam istilah akuntansi, ia dinamakan currency

Lalu apa itu “cryptography”? Kriptografi, merupakan sebuah ilmu tentang tata cara membaca cepat lalu kemudian rekamannya ditulis dalam “plain text” yang tidak semua orang bisa membaca itu, kecuali hanya pihak-pihak tertentu yang sudah memegang kata kunci. 

Untuk lebih memudahkan pemahaman, anda kenal dengan istilah wifiq, bukan? Perhatikan gambar berikut!

Wifiq, sebenarnya adalah suatu kata sandi hasil dari “plain text” terhadap ayat-ayat tertentu di dalam al-Qur’an. Ayat-ayat ini kemudian disampaikan dalam bentuk tulisan ulang yang terdiri dari huruf atau angka Arab. Sebagaimana gambar di atas, bisa juga ditulis dengan kode angka 200 sebagai “ر”. Angka 7 sebagai ز, angka 1 sebagai ا, angka 100 sebagai ق, dan seterusnya. 

Alhasil, ketika sudah diketahui angka-angkanya, maka tinggal merujuk ke Al-Qur’an untuk mencari maksud dari simbol itu selanjutnya diketahuilah maksud utama dari wifiq itu ditulis. 

Terkadang isi wifiq merupakan doa. Terkadang pula isinya adalah berupa intruksi yang disampaikan dalam bentuk ayat. Itu sebabnya, wifiq juga bisa berfaedah sebagai doa yang menyerupai bacaan ayat ruqyah, dan sejenisnya. 

Ilmu yang mempelajarai cara perpesanan yang disampaikan dalam bentuk sandi semacam wiifiq seperti ini, dikenal dengan istilah ilmu aufaq. Para pakar ekonomi modern menyebutnya sebagai kriptografi

Aufaq secara nyata menunjukkan adanya utilitas (manfaat) dibaliknya. Sebagaimana kriptografi juga menunjukkan adanya utilitas (manfaat). Pertanyaannya? Siapa yang percaya dengan utilitas itu?

Sebab, terkadang, utilitas ini tidak dianggap sebagai penting oleh pihak tertentu. Yang penting, ada wifiq. Sebagaimana manusia modern juga tidak menganggap penting terhadap keberadaan utilitas di balik kriptografi. Padahal, itu semua sebenarnya sangat penting artinya. 

Melalui kriptografi, bisa dibongkar kelemahan musuh. Melalui kriptografi, dapat diketahui adanya perintah rahasia dari sebuah pasukan dan sebagainya. Sebagaimana telik sandi yang menyampaikan pesan ke rekannya dengan menggunakan sandi bahasa yang tidak dipahami oleh selainnya.

Untuk mengetahui hal ini coba anda baca kembali tentang bagaimana sebuah wifiq itu disusun. Ada baiknya, anda menelaah kitab al-Aufaq li al-Ghazali. Anda akan tahu banyak mengenai kriptografi itu. Atau setidaknya menelaah kitabnya Al-Buni. Ada banyak makna dibalik simbol angka dan huruf yang bisa anda peroleh di sana. 

EMAS DAN KRiPTOGRAFI

Emas pada perkembangannya dijadikan sebagai nilai bahan bagi mata uang dinar dan dirham, dan sebagai aset penjamin ketika sudah masuk pada tataran mata uang modern. Ketika emas diproduksi (madlrub) sebagai dinar dan dirham, maka produk dinar dan dirham itu memenuhi syarat sebagai ainin musyahadah atau native coin (koin asli). Namun, ketika emas itu dijadikan dasar sebagai nilai penjamin di balik uang kertas, maka kedudukan emas itu menempati derajat syaiin maushuf fi al-dzimmah (aset penjamin). 

Karakteristik maushufnya emas bisa diketahui dari status bisanya emas itu ditimbang dan ditentukan kadar kemurniannya / karatnya. Untuk 1 dirham, berat emasnya secara nyata adalah 4.2 gram emas. 

Sekarang kita beralih pada cryptocurrency. Cryptocurrency memiliki bahan terdiri dari sebuah sandi kriptografi. Alhasil, kriptografi ini menempati derajatnya emas. Ketika kriptografi itu diterbitkan sebagai sebuah koin digital, maka secara tidak langsung kriptografi ini beralih status menjadi koin asli (native coin). 

Yang jadi obyek permasalahan adalah, bagaimana menentukan sifat maushufnya kriptografi? Apakah kriptografi ini layak untuk disebut sebagai maal dan disandingkan kedudukannya dengan emas? Kita akan coba uraikan di sesi tulisan berikutnya! Simak saja di web ini!

Spread the love
Direktur eL-Samsi, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah PW LBMNU Jawa Timur

Related Articles

1 Comment

Avarage Rating:
  • 0 / 10
  • […] kita bahas dalam tulisan CRYPTOCURRENCY DAN WIFIQ. Anda juga bisa menyimak keterangannya di sini: Uang, Emas, Cryptocurrency dan Kriptografi – El-Samsi (el-samsi.com). Inti dari yang disampaikan dalam kedua tulisan itu adalah bahwa kriptografi dulu pernah bermanfaat […]

%d blogger menyukai ini: